Komentar Pedas Bazeley: Kegagalan Selandia Baru di Babak Kedua Berujung Petaka
Baca dalam 60 detik
- Selandia Baru kalah 3-1 dari Mesir setelah unggul 1-0 di babak pertama, membuat peluang lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026 menipis.
- Pelatih Darren Bazeley menyayangkan penurunan tempo dan kualitas permainan timnya di babak kedua, yang dimanfaatkan Mohamed Cs untuk membalikkan keadaan.
- Kekalahan ini menempatkan Selandia Baru di dasar klasemen Grup G, dan mereka harus mengalahkan Belgia pada laga terakhir untuk menjaga asa.

Pelatih Selandia Baru, Darren Bazeley, meluapkan kekecewaannya setelah timnya takluk 3-1 dari Mesir dalam laga Grup G Piala Dunia 2026 di BC Place, Vancouver, Minggu (21/6). Kekalahan ini membuat skuad Kiwi berada di posisi kritis: mereka wajib mengalahkan Belgia pada pertandingan terakhir untuk bisa melaju ke babak 16 besar.
Pada babak pertama, Selandia Baru tampil gemilang. Gol Finn Surman pada menit ke-15 membawa mereka unggul, dan penguasaan bola yang dominan membuat Mesir kesulitan mengembangkan permainan. Namun, setelah jeda, segalanya berubah drastis. Mesir keluar dengan intensitas tinggi, dan dalam waktu singkat berhasil menyamakan kedudukan lewat Mostafa Zico. Mohamed Salah kemudian menjadi aktor utama dengan satu gol dan satu assist, sebelum Mahmoud Trezeguet memastikan kemenangan 3-1.
โFrustrasi. Kami bermain sangat baik di babak pertama, mencetak gol, menciptakan banyak peluang, dan merasa nyaman. Namun di babak kedua, kami tidak mampu mengulang tempo dan kualitas yang sama,โ ujar Bazeley dalam konferensi pers usai laga. Ia menambahkan bahwa Mesir tampil dengan sikap berbeda dan meningkatkan tempo, yang membuat timnya kewalahan.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Selandia Baru yang sebelumnya bermain impresif saat menahan Iran 2-2. Bazeley mengakui bahwa timnya harus belajar dari kesalahan. โKami bertahan dengan baik melawan pemain seperti Salah hampir sepanjang pertandingan, tapi satu momen saja bisa mengubah segalanya. Gol yang dia cetak adalah gol khas yang sudah saya lihat selama 10 tahun terakhir,โ katanya.
Di sisi lain, penyerang Selandia Baru Elijah Just menegaskan bahwa timnya tidak akan meremehkan Belgia, meskipun tim Eropa itu baru meraih dua hasil imbang. โBelgia pasti lapar akan kemenangan. Mereka butuh mengalahkan kami untuk lolos, jadi kami tidak akan menganggap enteng mereka,โ ujar Just kepada Reuters.
Bagi Indonesia, laga ini menjadi pengingat betapa tipisnya margin antara sukses dan gagal di panggung dunia. Mesir, yang sempat diragukan, mampu bangkit di babak kedua berkat determinasi dan kualitas individu. Sementara Selandia Baru, yang mewakili kawasan Oseania, menunjukkan bahwa konsistensi selama 90 menit adalah kunciโsebuah pelajaran berharga bagi tim-tim Asia Tenggara yang bercita-cita menembus Piala Dunia.
Dengan satu pertandingan tersisa, Selandia Baru harus memenangi laga melawan Belgia dan berharap hasil lain berpihak. Akankah mereka mampu mengejutkan dunia? Atau justru Belgia yang akan membuktikan status unggulannya? Laga penentuan ini akan menjadi ujian mental dan taktik bagi kedua tim.



