Kolo Muani Rela Turun Gaji Demi Kembali ke Juventus
Baca dalam 60 detik
- Penyerang PSG Randal Kolo Muani bersedia memotong gajinya hingga signifikan demi memperlancar transfer ke Juventus pada bursa musim panas ini.
- Juventus kembali memburu Muani setelah gagal pada dua bursa sebelumnya, dengan Dusan Vlahovic akan hengkang secara gratis dalam waktu dekat.
- PSG ngotot menyertakan kewajiban membeli dalam kesepakatan, sementara Juventus disebut siap menaikkan anggaran di atas €30 juta.

Randal Kolo Muani kembali menjadi incaran utama Juventus untuk mengisi lini depan musim depan. Sang pemain dikabarkan bersedia memangkas gajinya secara drastis demi memuluskan kepindahan dari Paris Saint-Germain ke Turin pada jendela transfer musim panas ini.
Kebutuhan Juventus akan seorang penyerang tengah kian mendesak setelah Dusan Vlahovic dipastikan hengkang secara gratis begitu kontraknya berakhir pekan ini. Manajemen klub pun kembali mengarahkan radar ke Muani, yang sempat membela La Vecchia Signora dengan status pinjaman pada paruh kedua musim 2024-2025. Selama 16 penampilan di Serie A, pemain Timnas Prancis itu sukses membukukan delapan gol.
Namun, negosiasi dengan PSG bukanlah perkara mudah. Juventus sebelumnya nyaris mengamankan jasa Muani pada musim panas lalu, tetapi pembicaraan buntu di menit-menit akhir bursa. Alhasil, pemain berusia 26 tahun itu malah berlabuh ke Tottenham Hotspur dengan status pinjaman untuk musim 2025-2026. Hubungan kedua klub sempat memanas, meski menurut laporan Gianluca Di Marzio, ketegangan kini mulai mereda meski masih ada beberapa urusan yang perlu diluruskan.
Kabar positif bagi Juventus datang dari kesediaan Muani untuk menurunkan pendapatannya. Di Marzio melaporkan bahwa pemain yang sempat berseragam Tottenham itu bersedia menerima pemotongan gaji yang cukup besar—sebuah janji yang juga pernah ia sampaikan saat negosiasi musim panas lalu. Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Muani benar-benar ingin kembali ke Serie A.
Di sisi lain, negosiasi harga dan formula transfer masih berlangsung. Jurnalis Alfredo Pedullà mengungkapkan bahwa Juventus kini bersedia menggelontorkan dana di atas €30 juta yang sempat menjadi patokan awal. Namun, PSG tetap pada pendiriannya: jika Juventus mengajukan skema pinjaman, maka harus ada klausul kewajiban membeli, bukan sekadar opsi. Sikap keras Les Parisiens ini bisa menjadi batu sandungan terakhir sebelum kesepakatan tercapai.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik dicermati karena menunjukkan betapa agresifnya klub-klub Eropa dalam merekrut pemain meski harus menghadapi kendala finansial dan hubungan bilateral yang rumit. Keputusan Muani yang rela berkorban secara ekonomi juga menjadi contoh dedikasi tinggi seorang pemain terhadap klub yang diinginkannya. Apakah Juventus akhirnya berhasil mengamankan jasa sang penyerang? Ataukah PSG kembali mempersulit langkah Si Nyonya Tua? Jawabannya akan diketahui dalam beberapa pekan ke depan.



