Spanyol Hajar Arab Saudi 4-0, Kokoh di Puncak Grup H Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Spanyol menekuk Arab Saudi dengan skor telak 4-0 di matchday kedua Grup H Piala Dunia 2026, berkat hattrick Mikel Oyarzabal dan gol bunuh diri lawan.
- Kemenangan ini membawa La Roja memuncaki klasemen sementara dengan empat poin, sementara tiga tim lain masih tertahan satu angka.
- Laga pamungkas melawan Uruguay akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Spanyol untuk memastikan tiket ke babak 16 besar.

Spanyol memastikan langkah mereka ke babak gugur Piala Dunia 2026 setelah menghancurkan Arab Saudi 4-0 dalam laga kedua Grup H di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Minggu (21/6/2026). Kemenangan ini tidak hanya membawa tim asuhan Luis de la Fuente ke puncak klasemen, tetapi juga mengirim sinyal dominasi yang sulit dibendung lawan.
Bermain dengan penguasaan bola yang luar biasa sejak menit awal, Spanyol segera menunjukkan perbedaan kelas. Gol pertama lahir di menit ke-10 melalui aksi Lamine Yamal yang memanfaatkan umpan Mikel Oyarzabal. Oyarzabal kemudian menjadi bintang dengan mencetak dua gol tambahan pada menit ke-21 dan ke-24, menuntaskan hattrick di babak pertama. Babak kedua baru berjalan empat menit ketika bek Arab Saudi, Hassan Al-Tombakti, mencetak gol bunuh diri setelah sepakan Marc Cucurella membentur tiang dan mengenai dirinya sebelum masuk ke gawang.
Hasil ini mengubah peta persaingan di Grup H. Spanyol kini memimpin dengan empat poin, unggul tiga angka atas Uruguay, Arab Saudi, dan Cape Verde yang masing-masing baru mengoleksi satu poin. Sebelumnya, Spanyol hanya bermain imbang tanpa gol melawan Cape Verde, sementara Arab Saudi menahan Uruguay 1-1 di laga perdana. Kemenangan besar ini menjadi jawaban atas kritik yang sempat dialamatkan pada lini depan Spanyol yang tumpul di pertandingan pertama.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, performa Spanyol ini menjadi tolok ukur bagi tim-tim Asia yang berambisi menembus elit sepak bola dunia. Arab Saudi, yang tampil solid di babak kualifikasi, harus mengakui keunggulan taktik dan teknik Spanyol. Pelatih Arab Saudi, Roberto Mancini, dipaksa memutar otak untuk menghadapi Cape Verde di laga pamungkas demi menjaga asa lolos.
Spanyol sendiri masih menyisakan satu laga berat melawan Uruguay yang butuh kemenangan untuk menjaga peluang. Namun, dengan performa seperti ini, La Roja difavoritkan melaju mulus. โKami bermain dengan intensitas tinggi dan fokus penuh. Ini baru awal, masih ada jalan panjang,โ ujar Luis de la Fuente dalam konferensi pers usai laga.
Pertanyaan besarnya: apakah Spanyol mampu mempertahankan konsistensi hingga partai puncak? Atau akankah Uruguay menjadi batu sandungan di laga penentu? Semua akan terjawab dalam beberapa hari ke depan.



