Dukungan Tokoh Hindu Mimika untuk Operasi Damai Cartenz: Bukti Pendekatan Humanis Berhasil
Baca dalam 60 detik
- Pinandita I Made Kembardana, tokoh Hindu Mimika, secara terbuka mendukung Satgas Operasi Damai Cartenz yang dinilai mengedepankan dialog dan kemanusiaan di Papua.
- Dukungan ini menjadi indikator bahwa strategi persuasif dan pencegahan lebih efektif daripada kekerasan dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah rawan konflik.
- Ke depannya, pendekatan serupa diharapkan terus diperkuat untuk menciptakan Papua yang aman dan sejahtera, dengan melibatkan tokoh agama sebagai jembatan komunikasi.

Pinandita I Made Kembardana, tokoh agama Hindu di Kabupaten Mimika, memberikan apresiasi tinggi terhadap Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz yang dinilai berhasil menjalankan tugas keamanan di Papua dengan pendekatan humanis. Dalam pernyataannya di Pura SP 4, Mimika, Minggu (21/6/2026), ia menegaskan bahwa strategi berbasis dialog dan persuasi yang diterapkan aparat telah membangun kepercayaan masyarakat setempat.
Menurut Kembardana, pengamatan langsung dan pemberitaan media menunjukkan bahwa Satgas tidak hanya bertindak profesional dan terukur, tetapi juga mengutamakan aspek kemanusiaan. โPendekatan yang mengedepankan dialog, persuasif, dan kemanusiaan menjadi langkah tepat dalam membangun kepercayaan serta menjalin hubungan baik dengan masyarakat Papua,โ ujarnya. Ia menambahkan bahwa tindakan yang sesuai hukum justru menjadi harapan warga agar situasi tetap kondusif.
Dukungan dari tokoh lintas agama ini menjadi sinyal penting bahwa operasi keamanan di Papua tidak harus selalu identik dengan kekerasan. Kembardana secara eksplisit menolak penyelesaian konflik melalui cara represif. โKami percaya bahwa penyelesaian melalui kekerasan tidak akan memberikan solusi berkelanjutan, karena hanya akan melahirkan persoalan baru,โ tegasnya. Ia mendorong agar langkah pencegahan dan pendekatan kemanusiaan terus diutamakan demi mewujudkan Papua yang damai dan sejahtera.
Dalam kesempatan yang sama, Kembardana juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia mengingatkan bahwa perbedaan latar belakang tidak boleh menjadi pemecah persatuan. โApa pun perbedaan yang kita miliki, pada dasarnya kita semua adalah saudara sebangsa dan setanah air,โ katanya, seraya meminta semua pihak saling menghormati dan menjaga kebersamaan.
Bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Papua, dukungan dari tokoh agama seperti Kembardana menunjukkan bahwa operasi keamanan dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Hal ini menjadi preseden positif bagi kebijakan keamanan nasional ke depan, di mana pendekatan soft power lebih diutamakan daripada kekerasan. Para pengamat menilai bahwa keterlibatan tokoh agama sebagai mitra dialog dapat memperkuat legitimasi aparat di mata publik.
Ke depannya, tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi pendekatan humanis ini di tengah dinamika konflik yang kompleks di Papua. Apakah strategi dialog dan pencegahan mampu bertahan saat tekanan keamanan meningkat? Jawabannya akan menentukan apakah Papua benar-benar dapat menuju masa depan yang aman, damai, dan sejahtera seperti yang diharapkan semua pihak.



