Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Sigi, Warga Diimbau Tenang
Baca dalam 60 detik
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,0 mengguncang wilayah Sigi, Sulawesi Tengah, pada Senin pagi.
- Pusat gempa berada di darat, 37 kilometer timur laut Sigi, dengan kedalaman dangkal 6 kilometer, namun tidak berpotensi tsunami.
- BMKG mengingatkan bahwa data awal dapat berubah seiring kelengkapan informasi, dan masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,0 kembali mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Senin (22/6/2026) pagi, memicu kewaspadaan warga meski tidak menimbulkan kerusakan berarti. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat guncangan terjadi pada pukul 06.52 WIB dengan pusat gempa di darat, tepatnya 37 kilometer timur laut Sigi.
Menurut rilis resmi BMKG, episenter gempa berada di koordinat 1,11 Lintang Selatan dan 120,08 Bujur Timur, dengan kedalaman dangkal hanya 6 kilometer. Gempa dangkal seperti ini biasanya lebih terasa oleh penduduk, meski magnitudonya kecil. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami, namun tetap mengimbau masyarakat untuk menjauhi bangunan retak atau longsor.
Wilayah Sigi dan sekitarnya memang dikenal rawan gempa karena berada di jalur sesar aktif Palu-Koro. Gempa magnitudo 3,0 termasuk kategori kecil, tetapi getarannya sempat dirasakan oleh sebagian warga, terutama yang tinggal di daerah dataran tinggi. Belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan bangunan dari pihak berwenang setempat.
BMKG dalam keterangannya menekankan bahwa informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga data pengolahan belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data. Lembaga tersebut terus memantau aktivitas seismik di kawasan tersebut dan akan memperbarui informasi jika ada perkembangan signifikan. Masyarakat diminta tidak panik, namun tetap waspada terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi.
Bagi warga Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah, gempa kecil seperti ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan bencana. Wilayah Sigi sendiri masih dalam masa pemulihan pascagempa dahsyat tahun 2018 yang menewaskan ribuan jiwa. Pemerintah daerah bersama BMKG terus mengedukasi warga tentang langkah evakuasi dan mitigasi risiko gempa bumi.
Ke depan, masyarakat diharapkan selalu memantau informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah percaya pada berita hoaks yang beredar. Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah aktivitas seismik di Sigi akan meningkat dalam waktu dekat? BMKG akan terus melakukan evaluasi dan sosialisasi untuk menjawab kekhawatiran publik.



