Hadapi Prancis, Irak Tak Akan Bermain Bertahan: Pelatih Arnold Pilih Menyerang
Baca dalam 60 detik
- Irak tetap mengusung permainan ofensif saat melawan Prancis di Piala Dunia 2026, meski sebelumnya dibantai Norwegia 4-1.
- Pelatih Graham Arnold menolak pendekatan konservatif dan menekankan mentalitas menang kepada para pemainnya.
- Striker Aymen Hussein yakin mampu membobol pertahanan Prancis yang hanya kebobolan empat gol di kualifikasi.

Pelatih tim nasional Irak, Graham Arnold, menegaskan tidak akan mengubah pendekatan ofensif timnya saat berhadapan dengan Prancis pada laga kedua Grup I Piala Dunia 2026, Senin (22/6) waktu setempat. Keputusan ini diambil meskipun Irak baru saja menelan kekalahan telak 4-1 dari Norwegia pada pertandingan pembuka.
Arnold, yang sukses membawa Irak lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 40 tahun, menolak bermain aman dengan mengandalkan pertahanan rapat. โSaya selalu menjadi pelatih yang berangkat dengan target memenangi pertandingan, bukan sekadar tidak kalah,โ ujarnya. Menurutnya, mentalitas seperti itu justru memberikan kepercayaan diri kepada pemain untuk tampil maksimal.
Pertandingan melawan Prancis menjadi ujian berat bagi lini belakang Irak. Sebelumnya, mereka harus berhadapan dengan Erling Haaland yang mencetak dua gol di babak pertama. Kini, giliran Kylian Mbappe yang menjadi ancaman utama. Mbappe baru saja mencetak dua gol saat Prancis mengalahkan Senegal 3-1, sekaligus mengukuhkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Prancis.
Arnold dengan bercanda mengatakan sempat meminta agar timnya bisa memainkan tiga penjaga gawang, tetapi permintaan itu ditolak. โMereka memiliki pemain-pemain luar biasa, dan ini suatu kehormatan. Kami akan fokus pada permainan sendiri,โ tegasnya. Ia menambahkan bahwa Irak tidak bisa mengontrol performa Prancis, tetapi bisa mengontrol performa mereka sendiri.
Kabar baik datang dari kondisi winger Ali Jasim yang dinyatakan fit setelah mengalami cedera leher pada menit ke-73 saat melawan Norwegia. Sementara itu, striker Aymen Hussein yang sempat menyamakan kedudukan melawan Norwegia optimistis timnya bisa mencetak gol. โBek Prancis termasuk yang terbaik di dunia, tapi kami akan berusaha menikmati pertandingan melawan tim yang sangat kuat. Ini akan meningkatkan energi kami,โ kata Hussein.
Bagi Indonesia, pertandingan ini bisa menjadi tontonan menarik untuk melihat bagaimana tim Asia Barat beradaptasi melawan raksasa Eropa. Irak, yang mewakili kawasan Timur Tengah, menunjukkan bahwa pendekatan berani bisa menjadi alternatif di pentas dunia. Jika Irak mampu memberikan perlawanan sengit, hal itu bisa menjadi inspirasi bagi tim-tim Asia lainnya, termasuk Indonesia, yang tengah membangun sepak bola.
Pertandingan Irak vs Prancis akan menjadi ujian apakah mentalitas menyerang Arnold mampu membuahkan hasil, atau justru membuat pertahanan Irak semakin terbuka. Satu hal yang pasti, Irak tidak akan datang hanya untuk bertahan.



