Manzambi Bawa Swiss Lumat Kanada, Kunci Puncak Grup B Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Johan Manzambi mencetak satu gol dan satu assist saat Swiss menaklukkan tuan rumah Kanada 2-1 di Vancouver.
- Kemenangan ini memastikan Swiss lolos ke babak 32 besar sebagai juara Grup B Piala Dunia 2026.
- Manzambi kini menjadi top skor Swiss di turnamen dengan tiga gol, menunjukkan performa gemilang pemain Freiburg.

Gelandang Freiburg, Johan Manzambi, menjadi bintang kemenangan Swiss atas tuan rumah Kanada dengan skor 2-1 di BC Place, Vancouver, Selasa (16/6) waktu setempat. Hasil ini memastikan Swiss melaju ke babak 32 besar sebagai juara Grup B Piala Dunia 2026, sekaligus menegaskan dominasi mereka di fase grup.
Pertandingan penentu puncak klasemen ini berlangsung sengit sejak menit awal. Kanada, yang sebelumnya menghancurkan Qatar 6-0, tampil percaya diri dengan pressing tinggi. Namun, Swiss yang mengandalkan penguasaan bola perlahan mengambil alih kendali. Manzambi, yang baru pertama kali menjadi starter di Piala Dunia, menjadi motor serangan Swiss bersama Breel Embolo dan Rubรฉn Vargas.
Babak pertama berakhir tanpa gol meski kedua tim memiliki peluang. Embolo nyaris membuka skor di menit ke-11, namun sepakannya digagalkan kiper Maxime Crรฉpeau. Kanada membalas lewat Cyle Larin yang offside, sementara ketegangan memuncak saat Larin dan Granit Xhaka sama-sama diganjar kartu kuning pada menit ke-32.
Swift memecah kebuntuan hanya 46 detik setelah babak kedua dimulai. Manzambi menusuk dari sayap kanan dan melepaskan umpan silang mendatar yang disambar Vargas di tiang jauh. Tendangan kerasnya menghujam gawang Kanada melalui tiang dalam. Keunggulan 1-0 membuat Kanada goyah, dan Swiss terus menekan.
Pada menit ke-57, Embolo memenangi duel fisik dan mengirim bola ke Manzambi yang langsung melepaskan tembakan first-time dari jarak 16 meter. Bola meluncur deras ke sudut gawang, menggandakan keunggulan Swiss. Gol ketiga Manzambi di turnamen ini sekaligus mengukuhkannya sebagai top skor sementara Swiss.
Pelatih Kanada, Jesse Marsch, merespons dengan tiga pergantian pemain di menit ke-58. Taktiknya mulai membuahkan hasil saat Promise David, yang baru masuk pada menit ke-75, langsung mencetak gol pada sentuhan pertamanya. Umpan silang Nathan-Dylan Saliba diselesaikan David di tiang belakang, memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 pada menit ke-76.
Enam menit waktu tambahan diberikan, dan Kanada mengerahkan seluruh tenaga. Kiper Gregor Kobel tampil gemilang dengan menggagalkan sundulan David di menit ke-93 serta dua peluang lain dari Alistair Johnston dan David. Swiss bertahan mati-matian dan akhirnya mengamankan kemenangan.
Bagi Indonesia, performa Manzambi menjadi sorotan mengingat gaya bermainnya yang eksplosif mirip dengan pemain sayap cepat yang langka di Asia Tenggara. Keberhasilan Swiss yang notabene bukan unggulan utama menunjukkan bahwa persiapan matang dan taktik fleksibel mampu menaklukkan tim tuan rumah. Pelajaran ini relevan bagi timnas Indonesia yang tengah membangun skuad muda.
Dengan status juara grup, Swiss akan menghadapi runner-up Grup F di babak 32 besar. Sementara itu, Kanada yang lolos sebagai runner-up harus berhadapan dengan juara Grup E. Pertanyaan besarnya: mampukah Manzambi mempertahankan ketajamannya hingga fase gugur?



