Pogacar dan Reusser Kukuhkan Dominasi di Tour de Suisse
Baca dalam 60 detik
- Tadej Pogacar menuntaskan debutnya di Tour de Suisse dengan kemenangan di etape kelima sekaligus gelar juara umum, mempertegas statusnya sebagai pembalap serba bisa.
- Marlen Reusser sukses mempertahankan gelar juara wanita untuk kedua kalinya berturut-turut setelah memenangi etape penutup yang berat.
- Pogacar kini mengoleksi enam dari tujuh gelar balap etape seminggu bersejarah, menjadikannya ancaman serius menjelang Tour de France 2025.

Dua pembalap elite dunia, Tadej Pogacar dan Marlen Reusser, memastikan diri sebagai juara Tour de Suisse 2025 setelah masing-masing memenangi etape terakhir di rute pegunungan yang menguras tenaga, Minggu (15/6). Kemenangan ini tidak hanya menambah deretan prestasi mereka, tetapi juga menjadi sinyal kuat bagi kompetisi musim panas mendatang.
Pogacar, yang baru pertama kali mengikuti ajang ini, sudah memimpin klasemen dengan keunggulan lebih dari empat menit atas Richard Carapaz (Ekuador) sebelum etape kelima. Pada etape sepanjang 151 kilometer dengan medan berat, ia harus beradu cepat dengan pendaki asal Prancis, Lenny Martinez. Pogacar berhasil menyalip Martinez hanya 800 meter sebelum garis finis, merebut kemenangan etape ketiganya pekan ini. "Kami sudah mencoba, tapi dia terlalu kuat pada akhirnya," ujar Martinez. "Tadej menang di banyak balapan dan terus ingin menang, jadi sulit. Saya tahu dia tidak akan membiarkan saya menang."
Kemenangan ini membuat Pogacar, yang kini berusia 27 tahun, telah memenangi enam dari tujuh balap etape seminggu paling bergengsi dalam sejarah. Sebelumnya, ia juga sukses di Tour de Romandie pada debutnya tahun ini. Dari 16 hari balapan pada 2025, Pogacar mengoleksi 13 kemenangan, termasuk Milan-San Remo pada Maret. Target berikutnya adalah menyamai rekor lima gelar Tour de France pada Juli mendatang.
Di sisi wanita, Marlen Reusser dari Swiss kembali menunjukkan dominasinya. Pembalap Movistar berusia 34 tahun itu mempertahankan gelar juara untuk kedua kalinya berturut-turut—dan ketiga kalinya dalam empat tahun—setelah memenangi etape kelima yang juga merupakan etape pegunungan sejauh 100 kilometer. Reusser merebut pimpinan klasemen setelah memenangi uji waktu individu pada Sabtu, unggul 10 detik atas Elisa Longo Borghini (Italia). Pada etape terakhir, Longo Borghini sempat memberi tekanan di awal, tetapi Reusser mampu melepaskan diri dan meninggalkan Kasia Niewiadoma-Phinney serta Cedrine Kerbaol pada 800 meter terakhir. Longo Borghini finis hampir 10 menit di belakang dan turun ke posisi kesembilan klasemen akhir.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, prestasi Pogacar dan Reusser menjadi tontonan menarik menjelang Tour de France yang akan digelar bulan depan. Meski belum ada pembalap Indonesia yang berpartisipasi di level tertinggi, ajang seperti Tour de Suisse memberikan gambaran tentang standar kompetisi global. Pogacar, dengan rekor kemenangan luar biasa, menunjukkan bahwa konsistensi dan kemampuan adaptasi di berbagai medan adalah kunci sukses—pelajaran berharga bagi pembalap muda Tanah Air yang bercita-cita menembus panggung Eropa.
Dengan Tour de France hanya beberapa pekan lagi, pertanyaan besarnya adalah: mampukah Pogacar mempertahankan performa ini dan menyamai rekor lima gelar? Atau akan ada kejutan dari pembalap lain seperti Jonas Vingegaard atau Primož Roglič? Satu hal yang pasti, dominasi Pogacar di Tour de Suisse menjadi peringatan keras bagi semua pesaingnya.



