Jack Draper: Menyaksikan Kemunduran Sendiri di Tengah Cedera Beruntun
Baca dalam 60 detik
- Jack Draper kembali bertanding setelah dua bulan absen akibat cedera lutut, dengan peringkatnya merosot dari 4 besar ke luar 100 besar dunia.
- Petenis 24 tahun itu mengaku kehilangan kepercayaan pada tubuhnya, namun menolak dicap sebagai atlet yang rapuh.
- Dukungan Andy Murray sebagai pelatih di Eastbourne diharapkan menjadi suntikan moral bagi Draper untuk bangkit kembali.

Jack Draper akhirnya akan kembali ke lapangan setelah lebih dari dua bulan absen akibat cedera lutut yang dideritanya di Barcelona pada April lalu. Petenis Inggris berusia 24 tahun itu mengakui bahwa masa pemulihan yang panjang membuatnya merasa seperti menyaksikan kemunduran kariernya sendiriโsebuah pengalaman yang menurutnya jauh lebih berat dibandingkan olahraga tim seperti sepak bola, di mana pemain bisa digantikan.
Draper, yang pernah menembus semifinal Grand Slam dan menduduki peringkat keempat dunia, harus menerima kenyataan pahit: peringkatnya kini terlempar dari 100 besar. Dalam 18 bulan terakhir, ia hanya mampu bermain 11 pertandingan karena serangkaian cedera pada lengan, lutut, dan bahu. Cedera tulang pada lengan servisnya bahkan memaksanya mengakhiri musim 2025 lebih awal.
โTenis adalah olahraga yang keras. Saya berada di 10 besar dunia, melakukan hal-hal hebat, tapi setiap minggu peringkat saya terus turun. Ini seperti menonton kemunduran diri sendiri,โ ujar Draper dalam wawancara dengan BBC Sport. Namun, ia menegaskan tidak ingin dilihat sebagai atlet yang rentan cedera. โSaya atlet yang kuat. Saya tidak membayangkan karier saya dipenuhi cedera.โ
Draper akan memulai comeback-nya di turnamen Eastbourne, Senin (23/6), dengan menghadapi Brandon Nakashima, finalis semifinal Queenโs Club yang kini duduk di peringkat 32 dunia. Pertandingan ini menjadi ujian awal sebelum ia turun di Wimbledon yang dimulai sepekan kemudian. Meski sudah masuk dalam undian utama Wimbledon, Draper sadar bahwa performanya masih tanda tanya besar. โSaya tidak tahu bagaimana hasilnya nanti. Yang jelas, saya ingin periode bolak-balik cedera ini segera berakhir,โ katanya.
Kabar baik bagi Draper adalah kehadiran Andy Murray di sisinya. Legenda tenis Inggris, peraih tiga gelar Grand Slam, bergabung sebagai pelatih untuk musim lapangan rumput ini. Murray bahkan menyatakan harapannya untuk bekerja sama dalam jangka panjang. โSaya kehilangan banyak kepercayaan pada tubuh saya selama setahun terakhir. Memiliki seseorang yang percaya pada saya adalah hal yang positif,โ ungkap Draper. Hubungan keduanya disebutnya sangat istimewa dan memberinya energi tambahan di masa-masa sulit.
Bagi penggemar tenis Indonesia, kisah Draper menjadi pengingat betapa rentannya karier atlet elite terhadap cedera. Di tengah dominasi petenis seperti Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz, perjuangan Draper untuk kembali ke puncak menunjukkan bahwa jalan menuju konsistensi tidak pernah mudah. Apakah Draper mampu bangkit dan kembali bersaing di level tertinggi? Ataukah cedera akan terus menghantuinya? Jawabannya akan mulai terlihat di lapangan rumput Eastbourne pekan ini.



