Matt Henry Hancurkan Inggris: Kiwi Samai Kedudukan 1-1
Baca dalam 60 detik
- Matt Henry mencatatkan rekor bowling terbaik Selandia Baru melawan Inggris dengan 11 wicket dalam satu pertandingan.
- Kekalahan ini memperpanjang tren buruk Inggris yang telah kalah enam dari delapan tes terakhir, diperparah kontroversi kapten Ben Stokes.
- Seri penentuan di Trent Bridge pekan depan akan menjadi ujian bagi kedalaman skuad Inggris yang diperkuat pemain muda.

Matt Henry tampil sebagai pembeda saat Selandia Baru membalikkan keadaan dengan kemenangan telak 253 run atas Inggris pada tes kedua di The Oval, London, Minggu (21/6). Kemenangan ini menyamakan kedudukan seri menjadi 1-1 setelah sebelumnya Inggris unggul di tes pertama.
Henry, yang sempat mengalami cedera punggung pada kekalahan di Lord's, menunjukkan performa mematikan dengan mengambil lima wicket terakhir Inggris hanya dalam waktu 50 menit pada hari kelima. Total 11 wicket untuk 109 run menjadi catatan terbaik seorang bowler Selandia Baru melawan Inggris dalam sejarah.
Pertandingan dimulai dengan Inggris pada posisi 182-5, mengejar target 463 yang hampir mustahil. Namun, Henry menghancurkan perlawanan tuan rumah dengan serangan tanpa ampun. Ia memulainya dengan menyingkirkan Joe Root yang sudah mencetak 77 run, lalu berturut-turut merobohkan Jofra Archer, Matthew Fisher, Josh Tongue, dan Jordan Cox tanpa balas.
Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Inggris yang kini telah kalah enam dari delapan tes terakhir. Situasi semakin rumit dengan absennya kapten Ben Stokes dan bowler Gus Atkinson yang sedang dalam penyelidikan terkait insiden klub malam yang melanggar jam malam tim setelah kemenangan di Lord's.
Pelatih Inggris, Brendon McCullum, mengonfirmasi bahwa Stokes diharapkan kembali memimpin tim pada tes penentuan di Trent Bridge pekan depan. Namun, absennya pemain kunci sangat terasa, terutama dengan tiga pemain debutan dan dua pemain yang baru tampil sekali dalam skuad Inggris.
Bagi Selandia Baru, kemenangan ini menjadi momentum berharga. Setelah hari pertama yang relatif seimbang, mereka mengambil alih kendali pada hari kedua saat bowling Inggris yang kacau membiarkan Selandia Baru menambah lebih dari 100 run untuk tiga wicket terakhir, dengan Glenn Phillips mencetak abad. Keunggulan 100 run pada inning pertama memberi tekanan besar pada Inggris.
Joe Root, yang kembali menjadi kapten, mengakui kekecewaannya namun tetap optimis. "Tanpa terdengar klise, ada banyak hal baik di antara beberapa hal biasa. Kami harus belajar dari ini. Kedudukan masih 1-1 dan semuanya bisa diperebutkan di Trent Bridge," ujarnya.
Bagi pecinta kriket Indonesia, pertandingan ini menunjukkan betapa tipisnya margin antara kemenangan dan kekalahan di level tertinggi. Performa Henry yang luar biasa mengingatkan pada pentingnya ketahanan fisik dan mental, terutama setelah cedera. Sementara itu, kontroversi di kubu Inggris menjadi pelajaran tentang disiplin tim yang bisa berdampak besar pada hasil pertandingan.
Dengan seri yang masih terbuka lebar, tes ketiga di Trent Bridge akan menjadi panggung bagi kedua tim untuk membuktikan siapa yang lebih layak memenangkan seri. Mampukah Inggris bangkit tanpa Stokes, atau Selandia Baru akan memanfaatkan momentum untuk merebut seri? Pertanyaan ini akan terjawab pekan depan.



