Cerundolo Bangkit dari Keterpurukan, Raih Gelar Terbesar di Queen's
Baca dalam 60 detik
- Francisco Cerundolo menaklukkan Tommy Paul di final Queen's setelah tertinggal satu set dan break, mencatatkan final terpanjang dalam sejarah turnamen.
- Kemenangan ini menjadi gelar ATP 500 pertama bagi petenis Argentina tersebut, sekaligus membuktikan ketangguhannya di lapangan rumput.
- Cerundolo menghabiskan total 11 jam 33 menit di lapangan sepanjang turnamen, dengan empat dari lima laga harus diselesaikan lewat set penentuan.

Francisco Cerundolo akhirnya memecahkan kebuntuan di level tertinggi tenis putra. Petenis Argentina itu sukses membalikkan keadaan untuk mengalahkan Tommy Paul di final Queen's Club, London, dalam laga yang berlangsung selama tiga jam dua menit โ menjadikannya final terpanjang dalam sejarah turnamen bergengsi tersebut.
Unggulan ketujuh asal Argentina itu sempat tertinggal satu set dan satu break, namun ia mampu bangkit dan memenangi pertandingan dengan skor 6-7 (4-7), 6-4, 6-3. Kemenangan ini menjadi gelar ATP 500 pertama bagi Cerundolo, yang sebelumnya hanya pernah menjuarai turnamen level ATP 250. Ia juga menjadi petenis Argentina pertama yang menjuarai Queen's sejak David Nalbandian pada 2002.
Final yang berlangsung di Andy Murray Arena itu menyajikan drama panjang. Cerundolo memilih menerima servis setelah memenangi undian koin, dan keputusan itu langsung membuahkan hasil dengan break di game pertama. Namun ia kehilangan momentum saat hendak menutup set pertama, melakukan empat kesalahan beruntun yang membuat Paul menyamakan kedudukan. Paul kemudian memenangi tie-break setelah drop shot halus dan double fault Cerundolo.
Pada set kedua, kedua pemain saling mematahkan servis dan menyelamatkan break point. Paul mulai kehilangan konsistensi, dan Cerundolo memanfaatkannya dengan mematahkan servis di game kesepuluh untuk memaksakan set penentuan. Di set ketiga, Cerundolo unggul lebih dulu, namun nyaris kehilangan keunggulan setelah memboroskan keunggulan 40-0. Ia berteriak 'vamos' saat berhasil mempertahankan servis, meskipun kemudian gagal memanfaatkan empat championship point. Pada peluang kelima, ia akhirnya memastikan kemenangan dengan winner ke-27.
Cerundolo mengaku emosional setelah pertandingan. Ia menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tuanya yang baru tiba di London untuk menyaksikan dua game terakhir. Sang ayah, menurut Cerundolo, memiliki fobia naik pesawat sehingga tidak pernah bisa menyaksikan pertandingan putranya secara langsung sejak ia lahir, kecuali di Buenos Aires dan Piala Davis. "Ini adalah momen terbesar dalam karier tenis saya sejauh ini," ujar Cerundolo kepada BBC TV. "Datang dari Argentina, memenangi turnamen ATP 500 pertama saya di Queen's โ sebuah ajang bersejarah. Saya tidak pernah membayangkan bisa mengangkat trofi ini."
Bagi Tommy Paul, kekalahan ini menjadi pahit mengingat ia adalah juara bertahan Queen's pada 2024 dan tahun lalu absen karena cedera perut. "Saya ingin mengucapkan selamat kepada Francisco dan timnya. Kami selalu bertanding sengit, dan hari ini Anda adalah pemain yang lebih baik. Saya senang untuk Anda," kata Paul seusai laga.
Kemenangan ini menegaskan kebangkitan tenis Argentina di level tertinggi. Dengan gaya bermain agresif dan mental baja, Cerundolo kini menjadi ancaman serius di turnamen-turnamen berikutnya, termasuk Wimbledon yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan performa ini di lapangan rumput yang lebih prestisius?



