Jack Draper Kembali ke Lapangan dengan Kemenangan 'Ugly' ala Andy Murray
Baca dalam 60 detik
- Jack Draper sukses mengalahkan Marcos Giron di Eastbourne setelah absen dua bulan karena cedera lutut.
- Kolaborasi dengan legenda tenis Andy Murray sebagai pelatih disebut Draper sebagai inspirasi utama dalam kemenangan perdananya.
- Draper akan menghadapi sesama petenis Inggris Jack Pinnington Jones di babak berikutnya.

Jack Draper, petenis peringkat satu Inggris, memulai era baru dalam kariernya dengan kemenangan tipis 6-4, 7-6 (7-5) atas Marcos Giron di turnamen Eastbourne, Senin (23/6). Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Draper dalam lebih dari dua bulan setelah ia harus menepi akibat cedera lutut yang dideritanya sejak April lalu.
Yang menarik perhatian, Draper kini dilatih oleh legenda tenis dunia Sir Andy Murray, yang baru bergabung dalam timnya untuk musim lapangan rumput. Kolaborasi ini langsung membuahkan hasil positif, meski Draper mengakui permainannya belum sempurna. "Hari ini performa saya agak mirip dengan apa yang biasa dia lakukan—menang dengan cara yang tidak cantik," ujar Draper, merujuk pada gaya bertahan khas Murray yang kerap disebut 'winning ugly'.
Draper, yang pernah mencapai semifinal US Open 2024 dan menempati peringkat keempat dunia, mengaku sangat terinspirasi oleh kehadiran Murray di sudut lapangannya. "Andy, sejujurnya, adalah salah satu inspirasi terbesar saya. Saat masih kecil, saya ingat dia bermain di semua turnamen besar dan saya selalu menontonnya," kata Draper. "Dia percaya pada permainan saya, percaya pada diri saya sebagai pribadi. Itulah yang sangat saya butuhkan saat kembali dari tahun yang sulit ini."
Pertandingan melawan Giron berjalan tidak mudah. Draper mendominasi set pertama dengan servis kuat—hanya kehilangan satu poin dari servis pertamanya—dan menutup set dalam 35 menit. Namun, di set kedua, ia sempat kehilangan konsentrasi saat unggul 5-4 dan memberikan kesempatan break kepada Giron. Petenis Amerika itu memanfaatkannya untuk memaksakan tie-break, di mana Draper akhirnya mampu mengendalikan sarafnya dan merebut kemenangan.
Bagi Draper, musim ini adalah ujian berat. Cedera yang menghantuinya sejak Wimbledon tahun lalu membuatnya jarang tampil. Namun, kehadiran Murray sebagai pelatih memberinya kepercayaan diri baru. "Dia percaya pada permainan saya, dan itu yang saya butuhkan," tegas Draper. Sementara itu, di babak kedua, Draper akan berhadapan dengan rekan senegaranya, Jack Pinnington Jones, yang sebelumnya mengalahkan Marco Trungelliti dari Argentina.
Kolaborasi Draper-Murray ini menarik perhatian publik tenis Inggris. Murray, yang pensiun tahun lalu, memilih untuk membimbing generasi penerus. Bagi Draper, ini adalah kesempatan emas untuk bangkit dari keterpurukan cedera. Pertanyaan besarnya: mampukah Draper mempertahankan konsistensi dan mengulang pencapaian semifinal US Open? Jawabannya akan mulai terlihat di Eastbourne pekan ini.



