Nasib Fofana di Chelsea: Bek Termahal yang Kini Terpinggirkan
Baca dalam 60 detik
- Wesley Fofana, bek termahal Chelsea seharga £70 juta, menghadapi masa depan yang tidak pasti setelah musim penuh kontroversi dan kartu merah.
- Chelsea berencana menambah bek tengah baru dan mengurangi skuad, membuat Fofana terancam dijual meski klub belum aktif menawarkannya.
- Pelatih anyar Xabi Alonso akan menjadi penentu utama, sementara Fofana harus membuktikan diri di pramusim untuk mempertahankan tempatnya.

Wesley Fofana menutup musim Premier League dengan kartu merah saat Chelsea gagal lolos ke Eropa, menambah panjang daftar kekecewaan bek termahal dalam sejarah klub itu. Bek tengah berusia 25 tahun yang diboyong dari Leicester City dengan banderol £70 juta pada 2022 itu menjatuhkan Wilson Isidor di area terlarang pada laga pamungkas melawan Sunderland, yang berakhir 2-1 untuk tuan rumah dan memastikan Chelsea finis di peringkat ke-10 tanpa tiket kompetisi antarklub Eropa.
Kartu merah kedua musim ini itu menjadi yang kedelapan bagi Chelsea di Premier League—rekor terburuk klub—dan memicu kritik pedas dari suporter. Namun, secara internal, belum ada sinyal bahwa Chelsea berniat melepas Fofana. Manajemen justru tengah merancang perampingan skuad di bawah pelatih baru Xabi Alonso, yang akan memulai pramusim akhir bulan ini.
Persaingan di lini belakang Chelsea semakin ketat. Levi Colwill dan Josh Acheampong disebut sebagai pemain yang tidak tersentuh (untouchable), sementara Tosin Adarabioyo, Benoit Badiashile, Trevoh Chalobah, dan Fofana masuk daftar calon jual. Chelsea juga berencana mendatangkan setidaknya satu bek tengah berkualitas Premier League, bahkan mungkin dua tergantung pada penjualan. Posisi yang dulu dianggap milik Fofana karena harga mahalnya kini tidak lagi terjamin.
Fofana sebenarnya sempat menjadi andalan pelatih sebelumnya, Enzo Maresca, yang secara pribadi menilai Fofana lebih baik dari bek lain di tim. Kecepatannya menjadi kunci dalam skema garis tinggi Maresca. Namun, setelah Maresca hengkang akibat konflik dengan petinggi klub, penggantinya Liam Rosenior hanya bertahan empat bulan. Fofana termasuk dalam kelompok pemain yang tidak cocok dengan Rosenior, dan performanya menurun drastis. Chelsea bahkan menarik Mamadou Sarr dari pinjaman di Strasbourg untuk memperkuat lini belakang, tetapi ia pun kesulitan mendapat menit bermain.
Dari sisi akuntansi, menjual Fofana dengan harga di bawah £30 juta akan membuat Chelsea mencatat kerugian di pembukuan. Namun, catatan cedera Fofana—meski musim lalu relatif bebas cedera kecuali gegar otak akibat benturan dengan kiper—bisa menghalangi peminat. Fofana sendiri tidak aktif mencari hengkang, tetapi keputusan akhir ada di tangan Alonso dan hierarki klub.
Chelsea juga diketahui tengah memburu bek tengah baru. Nama-nama seperti Ibrahima Konate (sebelum bergabung ke Real Madrid), Murillo (Nottingham Forest), Jan Paul van Hecke (sebelum ke Tottenham), dan Maxence Lacroix (Crystal Palace) sempat dikaitkan. Selain itu, klub dikabarkan telah menyepakati transfer Valentin Barco dari Strasbourg, pemain serba bisa yang bisa mengisi gelandang tengah dan bek kiri. Sementara itu, Marc Cucurella resmi dijual ke Real Madrid seharga £51,8 juta, dan masa depan Enzo Fernandez, Alejandro Garnacho, serta sebagian besar striker—kecuali Joao Pedro yang juga untouchable—masih belum jelas.
Bagi Fofana, pramusim di bawah Alonso menjadi ajang pembuktian. Jika gagal memikat pelatih anyar, bukan tidak mungkin ia menjadi korban perampingan skuad. Pertanyaannya, akankah Chelsea menemukan pembeli yang bersedia membayar mahal untuk bek yang sempat dianggap sebagai masa depan lini belakang klub?



