Inter Milan Terancam Kehilangan Cristian Romero: Atletico Madrid Siap Menyalip di Tengah Kebuntuan Dana
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan memiliki kesepakatan lisan dengan Tottenham untuk Romero senilai €40 juta, tetapi belum bisa final karena harus menjual pemain lebih dulu.
- Atletico Madrid mengumpulkan dana segar setelah melepas dua pemain, dan siap menawar Romero dengan nilai lebih rendah, sekitar €30 juta.
- Jika Inter gagal, Romero bisa menjadi rekrutan besar Atletico, sementara Inter berisiko kehilangan target utama di bursa transfer.

Inter Milan berada dalam posisi genting: mereka berpotensi kehilangan bek incaran Cristian Romero dari Tottenham Hotspur karena keterbatasan finansial yang membuat mereka harus menjual pemain terlebih dahulu. Meski telah mencapai kesepakatan lisan dengan Spurs senilai €40 juta, langkah tersebut terganjal oleh kebutuhan untuk melepas sejumlah pemain demi mengumpulkan dana. Situasi ini menjadi peluang emas bagi Atletico Madrid yang tengah agresif di bursa transfer.
Setelah meraih Scudetto dan Coppa Italia musim lalu, Inter menargetkan performa lebih baik di Liga Champions musim ini. Namun, ambisi tersebut belum didukung oleh pergerakan signifikan di bursa transfer. Beberapa kali negosiasi nyaris berhasil, tetapi gagal di menit akhir—Chelsea menyalip untuk Marco Palestra, sementara Anan Khalaili gagal dalam tes medis. Kini, Romero menjadi prioritas, tetapi eksekusinya terhambat oleh kondisi keuangan klub.
Menurut laporan dari berbagai sumber, Inter telah berjabat tangan dengan Tottenham untuk Romero, tetapi kesepakatan itu belum bisa difinalisasi karena mereka harus menyetujui persyaratan pribadi dengan pemain dan terlebih dahulu menjual pemain lain untuk menambah kas. Di sisi lain, Atletico Madrid justru bergerak cepat dengan mengamankan dana segar dari penjualan Matteo Ruggeri ke Aston Villa (sekitar €18 juta plus bonus) dan Nahuel Molina ke Roma (€13 juta plus bonus). Langkah ini membuat mereka siap menawar Romero, meski tawaran awal yang dilaporkan Marca hanya sekitar €30 juta—angka yang mungkin tidak cukup untuk memikat Spurs.
Bagi Inter, masalah utamanya adalah terlalu banyak pemain yang belum dilepas. Benjamin Pavard, yang kembali dari masa pinjaman di Olympique Marseille, tampaknya enggan dipinjamkan lagi. Sementara itu, Kristjan Asllani telah lama tidak masuk rencana klub, tetapi gagal menunjukkan performa memadai saat dipinjamkan ke Torino dan Besiktas musim lalu. Davide Frattesi juga berada dalam situasi yang sama: selama dua tahun ia dikabarkan akan hengkang, namun belum ada langkah konkret. Gagasan pertukaran dengan Juventus melibatkan Nico Gonzalez sempat mencuat, dan Nottingham Forest juga dikabarkan tertarik.
Konteks ini menarik bagi pengamat sepak bola Indonesia, karena pergerakan pemain di Eropa sering menjadi barometer bagi kompetisi domestik. Jika Inter gagal mendapatkan Romero, mereka mungkin akan beralih ke target lain yang lebih terjangkau, yang bisa memengaruhi strategi tim di kompetisi Eropa. Sementara itu, bagi penggemar di Indonesia, persaingan antara Inter dan Atletico menunjukkan betapa kompleksnya bursa transfer modern, di mana negosiasi bisa berubah dalam hitungan jam.
Para analis menilai bahwa Atletico Madrid memiliki keunggulan karena mereka sudah memiliki dana segar, sementara Inter masih berkutat dengan masalah internal. Namun, tawaran Atletico yang lebih rendah bisa menjadi bumerang jika Tottenham bersikeras pada harga €40 juta. Di sisi lain, Inter masih punya peluang jika mereka berhasil menjual satu atau dua pemain dalam waktu dekat.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Inter mampu berbenah sebelum bursa transfer ditutup, atau justru Romero akan menjadi milik Atletico Madrid? Jawabannya akan menentukan arah kebijakan transfer kedua klub, sekaligus menjadi ujian bagi ambisi Inter di Liga Champions musim ini.



