Liverpool Incar Gelandang Muda Lille, Calon Pewaris Fabinho
Baca dalam 60 detik
- Liverpool dan Arsenal dikabarkan membuka negosiasi dengan Lille untuk merekrut gelandang remaja Ayyoub Bouaddi, yang disebut-sebut sebagai calon penerus Fabinho di lini tengah.
- Bouaddi, yang baru berusia 18 tahun, telah mengoleksi lebih dari 100 penampilan senior dan tampil impresif di Piala Dunia 2026, termasuk saat mengalahkan Brasil.
- Nilai transfer sekitar ยฃ60 juta dianggap sebagai peluang bagi Liverpool di tengah melambungnya harga pemain muda Inggris seperti Elliot Anderson yang mencapai ยฃ120 juta.

Liverpool kembali membuka perburuan gelandang muda berbakat di bursa transfer musim panas ini. Klub asal Merseyside itu dikabarkan telah menjalin komunikasi dengan Lille untuk mendatangkan Ayyoub Bouaddi, gelandang remaja asal Maroko yang disebut-sebut sebagai sosok ideal untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Fabinho.
Menurut laporan TEAMtalk, Liverpool bersama Arsenal dan Real Madrid telah meningkatkan intensitas pendekatan kepada pemain berusia 18 tahun tersebut. Arsenal disebut-sebut berada dalam posisi terdepan, namun Liverpool tetap optimistis bisa memenangkan persaingan. Bouaddi diperkirakan bisa ditebus dengan harga sekitar ยฃ60 jutaโangka yang terbilang wajar di tengah inflasi harga pemain muda di Premier League, di mana Elliot Anderson misalnya, dibanderol hingga ยฃ120 juta.
Bouaddi bukanlah nama asing di kancah sepak bola Eropa. Ia memulai debut senior bersama Lille pada usia 16 tahun dan tiga hari, memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang tampil di Ligue 1. Hingga saat ini, ia telah mengoleksi 99 penampilan untuk Lille dan total lebih dari 100 penampilan senior termasuk bersama tim nasional Maroko. Penampilannya di Piala Dunia 2026 menjadi sorotan, terutama saat ia tampil gemilang melawan Brasil dan Skotlandia.
Kebutuhan Liverpool akan gelandang bertahan murni semakin mendesak setelah kepergian Fabinho ke Arab Saudi pada 2023. Meski Alexis Mac Allister dan Ryan Gravenberch telah didatangkan, keduanya lebih cocok berperan sebagai gelandang serang (number eight). Bouaddi, dengan gaya bermainnya yang elegan namun agresif dalam merebut bola, dinilai mampu mengisi posisi gelandang jangkar (number six) yang selama ini kosong.
Analis dan pencari bakat Como, Ben Mattinson, telah lama memuji Bouaddi sebagai "gelandang serba bisa yang sangat berbakat". Statistiknya di Ligue 1 musim lalu menunjukkan kemampuan memenangkan duel yang impresif, hanya sedikit di bawah level Fabinho saat puncak performanya bersama Liverpool. Pengamat menilai Bouaddi memiliki potensi untuk melampaui trio lini tengah Liverpool saat ini, mengingat ia sudah tampil di level tertinggi pada usia yang lebih muda dibandingkan Szoboszlai, Mac Allister, atau Gravenberch saat seusianya.
Bagi sepak bola Indonesia, pergerakan Liverpool di bursa transfer ini bisa menjadi indikasi tren baru: klub-klub Eropa mulai melirik pemain muda dari Afrika dan Asia lebih awal, dengan harga yang masih terjangkau. Hal ini membuka peluang bagi pemain muda Indonesia untuk menembus pasar Eropa jika mampu menunjukkan konsistensi di level internasional. Namun, persaingan tentu sangat ketat, mengingat Bouaddi sendiri sudah tampil di Piala Dunia dan menjadi rebutan klub-klub raksasa.
Dengan harga yang disebut-sebut sebagai rekor dunia untuk pemain remaja, keputusan Liverpool untuk memboyong Bouaddi akan menjadi ujian bagi kebijakan transfer FSG yang kerap berhati-hati. Apakah mereka akan mengeluarkan dana besar untuk seorang pemuda yang belum terbukti di Premier League, atau justru memilih opsi lain yang lebih murah? Jawabannya akan diketahui dalam beberapa pekan ke depan.



