Liverpool Beralih ke 'Mbappe Baru' Ibrahim Mbaye: Alternatif Lebih Murah dari Barcola untuk Gantikan Salah?
Baca dalam 60 detik
- Liverpool dikabarkan memprioritaskan perekrutan Ibrahim Mbaye, pemain sayap kanan PSG berusia 18 tahun, sebagai pengganti jangka panjang Mohamed Salah.
- Dengan banderol sekitar โฌ50 juta, Mbaye dinilai sebagai opsi yang lebih ekonomis dibandingkan Bradley Barcola yang dihargai ยฃ145 juta, sekaligus mengisi posisi yang lebih dibutuhkan.
- Keputusan ini akan menentukan keseimbangan skuad The Reds di musim 2026/27, terutama dalam upaya bersaing di Premier League dan Liga Champions.

Liverpool memasuki musim 2026/27 dengan situasi yang tidak ideal: skuad yang menipis dan kebutuhan mendesak untuk menggantikan Mohamed Salah yang mulai meredup. Di tengah kebuntuan negosiasi untuk Bradley Barcola yang dibanderol sangat tinggi, The Reds dikabarkan mengalihkan perhatian ke talenta muda PSG, Ibrahim Mbaye, yang dijuluki 'Mbappe baru' dan dinilai sebagai solusi yang lebih cerdas secara finansial maupun taktis.
Andoni Iraola, manajer anyar asal Spanyol, baru saja kembali dari tur pramusim di Amerika Serikat. Namun, persiapan tim terganggu oleh jadwal kembali pemain yang tidak serempak akibat Piala Dunia. Liverpool belum melakukan perekrutan signifikan, dan kedalaman skuad menjadi sorotan utama. Dengan Salah yang performanya menurun drastis musim lalu, kebutuhan akan pengganti di sisi kanan menjadi prioritas mutlak. Jika tidak segera diatasi, sistem permainan Iraola akan kehilangan keseimbangan dan dinamisme, yang berpotensi menggagalkan ambisi juara.
Barcola, penyerang sayap kiri PSG berusia 23 tahun, memang menjadi target utama Fenway Sports Group (FSG). Catatannya impresif: 34 gol dalam dua musim terakhir, hanya kalah dari Ousmane Dembele di PSG. Namun, harga yang diminta PSG mencapai ยฃ145 juta, sebuah angka yang selangit. Selain itu, posisi alami Barcola adalah kiri, sementara Liverpool membutuhkan pemain kanan. Hal ini membuat perekrutan Barcola terasa kurang tepat sasaran, meski ia sendiri dikabarkan ingin pindah ke Anfield.
Di sisi lain, Ibrahim Mbaye, pemain sayap kanan berusia 18 tahun, muncul sebagai kandidat yang lebih menjanjikan. Menurut laporan RMC Sport, Liverpool telah melakukan pembicaraan dengan PSG untuk pemain yang juga memperkuat timnas Senegal ini. PSG memberi lampu hijau bagi Mbaye untuk hengkang dengan banderol โฌ50 juta (sekitar ยฃ43 juta). Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan Barcola, dan Liverpool disebut sebagai klub terdepan dalam perburuan. Mbaye sendiri dikabarkan tertarik bergabung, dengan perwakilannya telah berdiskusi dengan manajemen The Reds.
Mbaye bukan pemain sembarangan. Ia telah tampil 42 kali untuk tim utama PSG, dengan catatan empat gol dan empat assist. Musim lalu, ia semakin dipercaya, tampil sebagai starter dalam sepuluh pertandingan Ligue 1 dan terlibat dalam lima gol. Julukan 'Mbappe baru' yang disematkan media Prancis bukan tanpa alasan; kecepatan, kelincahan, dan keberaniannya dalam satu lawan satu mengingatkan pada bintang Prancis tersebut. Meski masih muda, Mbaye dinilai mampu memberikan dampak instan, sekaligus memiliki potensi untuk berkembang melampaui Barcola dalam jangka panjang.
Dari sudut pandang Indonesia, pergerakan Liverpool ini menarik untuk dicermati. Liga Inggris memiliki basis penggemar yang besar di tanah air, dan keputusan transfer klub besar selalu menjadi sorotan. Jika Liverpool berhasil mendapatkan Mbaye, ini bisa menjadi sinyal bahwa klub mulai berinvestasi pada pemain muda berbakat dengan nilai ekonomis, sebuah strategi yang mungkin menginspirasi klub-klub Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dalam membangun skuad jangka panjang. Selain itu, kehadiran pemain Senegal seperti Mbaye juga relevan dengan komunitas Muslim di Indonesia, mengingat popularitas pemain Afrika di kalangan penggemar.
Meski demikian, merekrut pemain semuda Mbaye tetap memiliki risiko. Ia belum terbukti konsisten di level tertinggi, dan tekanan menggantikan Salah di Anfield bukanlah hal yang mudah. Namun, dengan harga yang relatif terjangkau dan potensi yang besar, langkah ini bisa menjadi keputusan cerdas bagi Liverpool. Pertanyaannya, akankah FSG berani mengambil risiko tersebut, atau tetap memaksakan Barcola dengan harga selangit? Keputusan ini akan menentukan arah kebijakan transfer klub dalam beberapa musim ke depan.



