Etsy PHK 12% Karyawan: Langkah Restrukturisasi di Tengah Transformasi AI
Baca dalam 60 detik
- Etsy memberhentikan sekitar 220 karyawan atau 12% tenaga kerja, terutama di divisi produk dan teknik, sebagai bagian dari rencana restrukturisasi.
- CEO Kruti Patel Goyal menegaskan PHK bukan untuk efisiensi biaya atau digantikan AI, melainkan untuk mempercepat pengambilan keputusan dan adaptasi terhadap perubahan teknologi.
- Perusahaan juga mengumumkan program pembelian kembali saham senilai US$2 miliar, menunjukkan keyakinan pada prospek jangka panjang di tengah tekanan pasar.

Etsy Inc., platform jual-beli barang kerajinan asal Amerika Serikat, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 220 karyawan atau 12 persen dari total tenaga kerjanya. Langkah ini merupakan bagian dari rencana restrukturisasi yang ditujukan untuk meningkatkan koordinasi dan kecepatan pengambilan keputusan di internal perusahaan, sebagaimana tercantum dalam dokumen yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada Rabu (5/8).
Kebijakan ini terutama berdampak pada karyawan di departemen produk dan teknik. Dalam surel yang dikirimkan kepada seluruh karyawan, CEO Kruti Patel Goyal menjelaskan bahwa pengurangan tenaga kerja bukanlah tujuan utama, melainkan konsekuensi dari upaya menyelaraskan organisasi dengan prioritas strategis jangka panjang. "Penghematan biaya adalah konsekuensi dari perubahan ini, tetapi bukan tujuannya. Kami tidak memulai pekerjaan ini dengan target pengurangan biaya atau tujuan membuat Etsy lebih kecil," tulisnya.
Patel Goyal juga membantah bahwa PHK ini dipicu oleh adopsi kecerdasan buatan (AI). Namun, ia mengakui bahwa AI tengah mengubah cara kerja perusahaan. "AI mengubah cara kita semua bekerja, dan akan terus mengubah cara kita membangun produk dan memecahkan masalah. Seiring berkembangnya alat yang tersedia, keterampilan yang kita butuhkan, cara kita bekerja sama, dan kapabilitas yang kita bangun di seluruh Etsy juga harus berkembang," ungkapnya.
Bagi karyawan yang terkena PHK, Etsy menyediakan paket pesangon minimal 16 minggu, dengan tambahan berdasarkan masa kerja, serta dukungan kesehatan hingga 12 bulan dan tunjangan lainnya. Langkah ini menunjukkan upaya perusahaan untuk menjaga reputasi sebagai pemberi kerja yang bertanggung jawab di tengah gelombang PHK yang melanda industri teknologi global.
Selain PHK, komite audit Etsy juga menyetujui program pembelian kembali saham senilai tambahan US$2 miliar. Langkah ini kerap dibaca pasar sebagai sinyal keyakinan manajemen terhadap valuasi saham perusahaan. Namun, di saat yang sama, PHK dan pembelian kembali saham sering kali memicu pertanyaan tentang prioritas perusahaan: apakah lebih fokus pada efisiensi operasional atau pertumbuhan jangka panjang?
Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia yang memanfaatkan platform Etsy untuk menjangkau pasar global, kabar ini patut dicermati. Meski PHK tidak secara langsung mengubah layanan bagi penjual, restrukturisasi internal dapat berdampak pada prioritas pengembangan produk, misalnya fitur pencarian atau rekomendasi berbasis AI yang semakin penting bagi penjual untuk meningkatkan visibilitas. Jika Etsy mempercepat adopsi AI, penjual yang adaptif terhadap teknologi baru justru bisa diuntungkan.
Langkah Etsy ini juga menjadi pengingat bahwa industri e-commerce global sedang berada dalam fase konsolidasi. Perusahaan tidak lagi sekadar mengejar pertumbuhan, tetapi juga efisiensi dan ketahanan. Bagi para pelaku industri kreatif di Indonesia yang menggantungkan pendapatan dari platform global, diversifikasi kanal penjualan menjadi semakin relevan untuk mengurangi risiko ketergantungan pada satu platform.
Ke depan, publik akan menanti laporan keuangan Etsy yang dirilis Rabu setelah pasar tutup. Apakah restrukturisasi ini akan cukup untuk menjaga daya saing Etsy di tengah gempuran kompetitor seperti Amazon Handmade dan Shopee? Atau justru memicu gelombang PHK lain di industri? Jawabannya akan menentukan arah strategi Etsy dalam beberapa kuartal mendatang.



