Pakistan Akhirnya Menang Lagi di Kandang Lawan: Kemenangan Perdana dalam Tiga Tahun
Baca dalam 60 detik
- Pakistan mengakhiri puasa kemenangan tandang selama tiga tahun dengan menaklukkan Hindia Barat delapan wicket di Port-of-Spain.
- Kemenangan ini membalas kekalahan di Test pertama dan menyamakan kedudukan seri 1-1, berkat dominasi spinner Sajid Khan dan Ali Usman.
- Modal berharga bagi Pakistan menjelang tur ke Inggris, sekaligus sinyal kebangkitan performa mereka di format Test.

Port-of-Spain โ Pakistan akhirnya memutus rentetan hasil buruk di laga tandang. Pada Rabu (19/8) waktu setempat, tim tamu menaklukkan Hindia Barat dengan selisih delapan wicket di Queen's Park Oval, Trinidad, sekaligus menyamakan kedudukan seri 1-1. Ini adalah kemenangan pertama Pakistan di luar kandang dalam tiga tahun terakhir, setelah terakhir kali meraihnya di Kolombo, Sri Lanka, pada Juli 2023.
Kemenangan ini terasa manis karena datang setelah kekalahan menyakitkan di Test pertama di Tarouba. Saat itu, Hindia Barat menang dan memimpin seri. Namun, Pakistan bangkit dengan performa gemilang, terutama dari lini spinner mereka. Sajid Khan dan Ali Usman menjadi arsitek kemenangan dengan masing-masing memungut empat wicket pada innings kedua tuan rumah.
Hindia Barat yang mengawali hari keempat dengan skor 103-6 hanya mampu menambah 14 run sebelum dilikuidasi habis. Mereka ditembak habis hanya dalam waktu setengah jam, dengan Brandon King absen karena cedera. Total 117 run menjadi target yang terlalu mudah bagi Pakistan, yang hanya butuh 75 run untuk menang.
Meski sempat kehilangan dua opener lebih awal โ Imam-ul-Haq dan Azan Awais โ kapten Babar Azam dan Abdullah Shafique memastikan kemenangan dengan tenang. Keduanya mencetak angka tidak terkalahkan 24 run, menyelesaikan pertandingan hanya dalam 24 over. Sebelumnya, Shafique telah mencetak 160 not out dan Babar 88 pada innings pertama, menjadi fondasi kemenangan Pakistan.
Bagi Pakistan, kemenangan ini lebih dari sekadar angka. Sejak kemenangan terakhir mereka di luar kandang, tim telah menelan delapan kekalahan beruntun, termasuk kekalahan telak di Australia, Afrika Selatan, dan Bangladesh. Kegagalan demi kegagalan itu sempat memicu kritik tajam terhadap manajemen tim dan kemampuan mereka tampil di kondisi asing.
Kemenangan ini juga menjadi sinyal positif bagi Pakistan menjelang tur Inggris yang akan dimulai akhir bulan ini. Mereka dijadwalkan memainkan tiga Test melawan Inggris, dengan pertandingan pertama di Headingley pada 19 Agustus. Jika mampu mempertahankan performa seperti di Trinidad, bukan tidak mungkin Pakistan memberikan kejutan di kandang Inggris.
Bagi Hindia Barat, hasil ini tentu mengecewakan setelah kemenangan di Test pertama. Namun, mereka bisa berbangga dengan performa Jomel Warrican yang mengambil 6 wicket di innings pertama Pakistan. Sayangnya, dukungan dari bowler lain kurang konsisten, sehingga keunggulan 60 run di awal hari keempat tidak cukup untuk menahan laju Pakistan.
Dari perspektif kawasan, kemenangan Pakistan ini menarik untuk dicermati. Di Asia Selatan, rivalitas Pakistan-India selalu memanas, dan performa Pakistan di luar kandang sering menjadi tolok ukur kekuatan mereka. Bagi pengamat kriket Indonesia, meski olahraga ini belum populer, dinamika tim-tim Asia seperti Pakistan bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya konsistensi dan mentalitas juara.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: apakah Pakistan mampu mempertahankan momentum ini? Atau justru Inggris akan menjadi ujian sesungguhnya yang membuktikan bahwa kemenangan di Trinidad hanyalah kebetulan? Semua akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan.



