Dumfries Berduka untuk Italia, tapi Belum Pamit dari Inter
Baca dalam 60 detik
- Bek Belanda Denzel Dumfries mengaku sedih melihat Italia absen di Piala Dunia 2026, karena banyak rekannya di Serie A harus menonton dari rumah.
- Meski akan hengkang ke Real Madrid, Dumfries menegaskan belum saatnya berpamitan dengan Inter Milan dan pendukung Nerazzurri.
- Belanda memuncaki Grup F usai menekuk Swedia 5-1, sementara Italia gagal lolos setelah kalah dari Bosnia di play-off.

Bek sayap Belanda, Denzel Dumfries, tak kuasa menyembunyikan rasa simpatinya terhadap Italia yang harus menyaksikan Piala Dunia 2026 dari layar kaca. Namun, di tengah kabar kepindahannya ke Real Madrid, pemain Inter Milan itu menegaskan bahwa momen perpisahan dengan klubnya belum tiba.
Dumfries menjadi starter di pos bek kanan dalam dua laga awal Belanda di Piala Dunia 2026, termasuk kemenangan telak 5-1 atas Swedia pada Sabtu (14/6). Hasil itu membawa De Oranje memuncaki Grup F dengan koleksi empat poin, unggul satu angka dari Swedia di posisi ketiga. Jepang juga mengoleksi empat poin di peringkat kedua, sementara Tunisia sudah dipastikan tersingkir setelah dua kekalahan.
“Kami punya tim yang kuat, tapi harus membuktikannya di setiap pertandingan,” ujar Dumfries kepada DAZN usai laga. “Kami sangat percaya pada kekuatan tim, tapi masih banyak negara lain yang sama tangguhnya. Kami jalani satu per satu.”
Bagi pendukung Italia, ketidakhadiran Azzurri di Amerika Utara menjadi pukulan berat. Tim asuhan Luciano Spalletti gagal lolos setelah dikalahkan Bosnia dan Herzegovina di final play-off Maret lalu. Dumfries, yang bermain di Serie A bersama Inter, mengaku prihatin. “Tentu saja. Banyak teman saya di rumah sekarang, sulit melihatnya. Saya cinta Italia,” katanya.
Meski begitu, Dumfries belum mau mengucapkan selamat tinggal kepada Inter. Saat ditanya apakah ia sudah berpamitan dengan pendukung Nerazzurri, ia menjawab tegas, “Tidak, tidak, tidak. Ini belum waktunya.” Pernyataan itu memberi sinyal bahwa meski transfer ke Real Madrid sudah di depan mata, ia masih ingin fokus membela Inter hingga akhir musim.
Kepergian Dumfries ke Real Madrid akan menjadi ujian bagi Inter yang kehilangan salah satu motor serangan dari sisi kanan. Namun, bagi Dumfries, ini adalah langkah karier yang wajar. “Saya cinta Italia, tapi sepak bola adalah bisnis,” ujarnya.
Piala Dunia 2026 menjadi panggung pembuktian bagi Dumfries untuk menunjukkan kualitasnya di level tertinggi. Dengan Belanda yang tampil perkasa, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu bintang turnamen. Pertanyaannya, akankah Inter mampu bertahan tanpa dirinya musim depan?



