Produsen Nata De Coco Berusia 35 Tahun Siap IPO, Incar Dana Rp392 Miliar
Baca dalam 60 detik
- PT Niramas Utama, produsen produk kelapa dengan merek JELI, akan melepas 25,93% saham di Bursa Efek Indonesia dengan target dana segar Rp392 miliar.
- Sebagian besar dana IPO, yaitu 51%, dialokasikan untuk pembelian mesin baru guna mempercepat pertumbuhan bisnis yang telah berjalan 35 tahun.
- Langkah ini membuka peluang bagi investor ritel untuk ikut menikmati laba perusahaan sekaligus memperkuat posisi produsen nata de coco di pasar modal.

PT Niramas Utama Tbk., produsen makanan dan minuman berbahan kelapa yang telah beroperasi selama 35 tahun, memutuskan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia dengan melepas 350 juta saham atau setara 25,93 persen dari modal ditempatkan. Perusahaan yang dikenal lewat produk jeli dan nata de coco ini menargetkan raihan dana segar sebesar Rp392 miliar dalam penawaran umum perdana yang dijadwalkan pada tahun 2026.
Direktur PT Niramas Utama, Adhi S Lukman, menyatakan bahwa langkah IPO merupakan bagian dari strategi ekspansi jangka panjang. โSetelah tiga setengah dekade berkiprah, kami ingin memberikan kesempatan kepada publik untuk menjadi bagian dari pertumbuhan perusahaan,โ ujarnya dalam wawancara dengan media finansial. Menurut Adhi, saham yang ditawarkan memungkinkan investor ritel menikmati dividen dari laba bersih yang dihasilkan.
Dana yang terkumpul dari IPO akan digunakan secara terstruktur. Sekitar 51 persen dialokasikan untuk pembelian mesin baru guna meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi. Selanjutnya, 18 persen ditujukan untuk otomatisasi sistem logistik, sehingga distribusi produk ke berbagai wilayah Indonesia bisa lebih cepat dan hemat biaya. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja dan pengembangan produk baru.
Keputusan Niramas Utama untuk go public di tengah momentum industri makanan dan minuman nasional yang tumbuh stabil patut dicermati. Sektor agroindustri berbasis kelapa, khususnya nata de coco, memiliki pangsa pasar yang kuat baik di dalam negeri maupun ekspor. Dengan tambahan kapasitas produksi dan efisiensi logistik, perusahaan berpotensi memperkuat posisinya di tengah persaingan dengan pemain lain seperti PT Kokoh Exa Nata Tbk.
Bagi investor Indonesia, IPO ini menawarkan peluang untuk berinvestasi di sektor konsumen yang relatif defensif. Produk berbahan kelapa memiliki permintaan yang cenderung stabil, bahkan saat tekanan ekonomi. Namun, investor perlu mencermati risiko fluktuasi harga bahan baku kelapa dan persaingan harga yang ketat di pasar jeli dan minuman ringan.
Ke depan, keberhasilan Niramas Utama dalam memanfaatkan dana IPO untuk modernisasi pabrik akan menjadi kunci pertumbuhan laba. Pertanyaannya, mampukah perusahaan yang sudah berusia 35 tahun ini beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan selera konsumen dan tekanan efisiensi setelah menjadi perusahaan terbuka?



