Manchester United Buka Negosiasi dengan Real Madrid untuk Eduardo Camavinga
Baca dalam 60 detik
- Manchester United telah memulai pembicaraan dengan Real Madrid terkait transfer Eduardo Camavinga, yang dibanderol €60 juta.
- Gelandang Prancis berusia 23 tahun itu dinilai lebih cocok sebagai mitra Kobbie Mainoo dibandingkan Ederson, yang juga menjadi target Setan Merah.
- Jika berhasil, Camavinga akan menjadi rekrutan marquee kedua United setelah Ederson, mengulang strategi transfer ala Carlos Tevez.

Manchester United dikabarkan telah membuka jalur komunikasi dengan Real Madrid untuk mendatangkan Eduardo Camavinga di bursa transfer musim panas ini. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa akuisisi Ederson dari Atalanta belum cukup memperkuat lini tengah Setan Merah, terutama setelah gelandang Brasil itu hanya tampil sepuluh menit dalam kemenangan 3-0 Brasil atas Haiti.
Menurut jurnalis Spanyol Miguel Serrano, INEOS—pemilik baru Manchester United—telah menanyakan situasi Camavinga dan kemungkinan syarat-syarat kesepakatan. Real Madrid, yang sebelumnya enggan melepas pemain berusia 23 tahun itu, kini dilaporkan tidak lagi menolak penjualan dan telah menetapkan harga €60 juta (£50 juta). Juventus juga disebut turut mengajukan pertanyaan serupa, menambah persaingan untuk mendapatkan tanda tangan mantan bintang Stade Rennais tersebut.
Keputusan United untuk mendekati Camavinga muncul di tengah keraguan terhadap Ederson sebagai suksesor jangka panjang Casemiro. Meski transfer Ederson senilai £34 juta diperkirakan rampung awal bulan depan, ia akan berusia 27 tahun dan tidak dianggap sebagai investasi masa depan. Selain itu, Ederson bukan pilihan pertama Carlo Ancelotti di timnas Brasil, kalah bersaing dengan Casemiro dan Fabinho yang lebih senior—fakta yang bisa menjadi alarm bagi manajemen United.
Camavinga, sebaliknya, menawarkan profil yang lebih sesuai untuk berduet dengan Kobbie Mainoo. Ia adalah gelandang bertahan alami (natural number six) yang mampu bermain sebagai bek kiri, sementara Ederson lebih bertipe box-to-box. Dengan akurasi umpan mencapai 92% musim lalu—lebih tinggi dari Ederson yang 89%—serta kehilangan bola hanya 4,8 kali per laga (Ederson 7,8 kali), Camavinga dinilai lebih stabil dalam mengatur ritme permainan. Analis Spencer Mossman bahkan menyebutnya sebagai "monster" saat berada dalam performa terbaik.
Meski Camavinga mengalami musim yang sulit di Real Madrid—hanya tampil sebagai starter 16 kali di LaLiga dan tidak masuk skuad Prancis untuk Piala Dunia 2022—potensinya tetap diakui. Agen Jonathan Barnett pernah memprediksi ia akan menjadi "gelandang terbaik dunia". Dua gelar Liga Champions yang telah diraihnya juga menjadi bukti pengalaman di panggung elite. Bagi United, mendatangkan Camavinga bisa menjadi pernyataan ambisi yang lebih kuat dibandingkan sekadar merekrut Ederson.
Di sisi lain, United juga masih memburu Mateus Fernandes dari West Ham United, meski Tottenham Hotspur dan Real Madrid (di bawah pelatih anyar Jose Mourinho) turut mengincar pemain Portugal tersebut. Situasi ini mengingatkan pada strategi transfer United di masa lalu, ketika mereka mendatangkan Carlos Tevez bersamaan dengan rekrutan lain untuk membangun skuad kompetitif.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa berlomba memperkuat lini tengah. Jika Camavinga benar-benar pindah ke Old Trafford, ia akan menjadi salah satu pemain Prancis paling bersinar di Premier League, sekaligus menambah daya tarik Liga Inggris yang sudah sangat populer di Tanah Air. Pertanyaannya, mampukah United menyelesaikan dua transfer besar sekaligus di tengah persaingan ketat bursa musim panas?



