Liverpool Siapkan Dana Besar untuk Rekrut Bintang Muda Georgia, Andria Bartishvili
Baca dalam 60 detik
- Liverpool dikabarkan telah mengajukan tawaran untuk pemain sayap muda Georgia, Andria Bartishvili, yang juga diburu Arsenal dan PSG.
- Bartishvili, 17 tahun, dinilai memiliki potensi besar dengan rata-rata 2,3 dribel dan 5,5 duel per laga di FC Iberia 1999.
- Jika transfer Yan Diomande dari RB Leipzig gagal, Bartishvili bisa menjadi alternatif murah dengan prospek jangka panjang.

Liverpool tidak main-main dalam upaya membangun kembali skuad pasca-kepergian Mohamed Salah. Klub asal Merseyside itu dikabarkan telah mengajukan penawaran untuk merekrut pemain muda Georgia, Andria Bartishvili, yang baru berusia 17 tahun. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Fenway Sports Group (FSG) untuk memastikan era baru di Anfield berjalan mulus.
Menurut seorang insider sepak bola Georgia, Liverpool bergabung dengan Arsenal dan Paris Saint-Germain dalam perburuan gelandang serang milik FC Iberia 1999 tersebut. Bartishvili memang belum dikenal luas, tetapi statistiknya di liga domestik Georgia cukup mengesankan: rata-rata 2,3 dribel sukses dan 5,5 kemenangan duel per pertandingan. Angka ini menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan menggiring bola dan fisik yang mumpuni untuk ukuran pemain seusianya.
Keputusan Liverpool untuk memburu pemain muda tidak lepas dari kegagalan transfer besar musim lalu. Meski menghabiskan dana rekor, hasil di lapangan tidak sesuai harapan, yang berujung pada pemecatan pelatih Arne Slot. Kini, di bawah arahan Andoni Iraola, Liverpool ingin kembali ke jalur persaingan gelar Premier League. Target utama mereka tetap Yan Diomande, winger RB Leipzig yang dibanderol lebih dari ยฃ100 juta. Namun, jika Leipzig terus menolak, FSG siap beralih ke opsi yang lebih terjangkau seperti Bartishvili.
Bartishvili dinilai memiliki gaya bermain yang mirip dengan Diomande, terutama dalam hal kecepatan dan ketepatan waktu saat melakukan penetrasi. Ia juga mampu bermain di beberapa posisi di lini depan, meski lebih sering beroperasi dari tengah. Hal ini membuatnya cocok menjadi understudy bagi Florian Wirtz yang diharapkan menjadi motor serangan Liverpool musim depan. Selain itu, kehadiran pemain muda seperti Rio Ngumoha (17 tahun) menunjukkan bahwa Liverpool sedang membangun fondasi pemain muda yang kuat.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Liverpool di bursa transfer ini menarik untuk diikuti. Klub-klub Eropa kini semakin agresif merekrut pemain dari kawasan non-tradisional seperti Georgia. Ini membuka peluang bagi pemain Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk menembus pasar Eropa jika memiliki kualitas dan konsistensi. Keberhasilan Bartishvili bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola muda di Tanah Air.
Dengan persaingan ketat dari Arsenal dan PSG, Liverpool harus bergerak cepat jika ingin mengamankan tanda tangan Bartishvili. Setelah menyelesaikan target di lini depan, fokus The Reds akan beralih ke lini tengah. Pertanyaannya, mampukah FSG belajar dari kesalahan musim lalu dan membangun skuad yang lebih seimbang?



