Jepang Hancurkan Tunisia di Laga ke-1.000 Piala Dunia, Samudra Biru Melaju ke 16 Besar
Baca dalam 60 detik
- Jepang mencatat kemenangan terbesar dalam sejarah Piala Dunia dengan skor 4-0 atas Tunisia, sekaligus menjadi laga ke-1.000 turnamen.
- Gol cepat Daichi Kamada pada menit ke-4 menjadi gol tercepat yang pernah dicetak Jepang di Piala Dunia, mengungguli rekor Shinji Kagawa.
- Kekalahan ini memastikan Tunisia tersingkir dari Grup F, sementara Jepang menyamai poin Belanda di puncak klasemen.

Jepang memastikan langkah mereka ke babak gugur Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Tunisia 4-0 dalam laga bersejarah yang merupakan pertandingan ke-1.000 sepanjang sejarah turnamen. Kemenangan telak ini sekaligus menjadi yang terbesar bagi Samurai Biru di ajang empat tahunan tersebut.
Bermain di Stadion Monterrey, Jepang langsung tancap gas sejak menit awal. Hanya empat menit laga berjalan, Daichi Kamada berhasil menjebol gawang Tunisia setelah menerima umpan silang dari Keito Nakamura. Gol tersebut tercatat sebagai gol tercepat yang pernah dicetak Jepang dalam sejarah Piala Dunia, mengalahkan rekor sebelumnya milik Shinji Kagawa yang mencetak gol pada menit keenam saat melawan Kolombia di edisi 2018.
Keunggulan Jepang bertambah pada menit ke-31 melalui aksi Ayase Ueda. Penyerang yang merumput di Liga Belanda itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dihalau kiper Tunisia. Ueda kembali menjadi aktor kunci pada babak kedua, kali ini berperan sebagai pengumpan untuk gol Junya Ito pada menit ke-69. Ueda kemudian menutup pesta Jepang dengan gol keduanya di menit ke-83, menggenapkan skor menjadi 4-0.
Bagi Tunisia, hasil ini menjadi pukulan telak. Pelatih anyar Herve Renard yang baru ditunjuk beberapa hari sebelumnya gagal membangkitkan timnya. Tunisia kini dipastikan tersingkir dari Grup F setelah hanya mengoleksi satu poin dari dua pertandingan. Sementara itu, Jepang mengoleksi empat poin, sama dengan Belanda yang sebelumnya mengalahkan Kosta Rika. Kedua tim akan bertarung pada laga terakhir grup untuk memperebutkan posisi puncak.
Kemenangan ini tak lepas dari strategi ofensif yang diterapkan pelatih Jepang, Hajime Moriyasu. Dengan memanfaatkan kecepatan sayap dan kreativitas lini tengah, Jepang mampu mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang. Performa impresif Keito Nakamura di sisi kiri menjadi momok bagi pertahanan Tunisia yang kerap kewalahan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa Jepang ini bisa menjadi bahan pembelajaran. Timnas Indonesia yang tengah berjuang di kancah Asia bisa meniru pendekatan Jepang dalam membangun serangan cepat dan efisien. Selain itu, keberhasilan Jepang melaju ke babak gugur menunjukkan bahwa negara Asia mampu bersaing dengan tim-tim kuat dunia.
Dengan satu laga tersisa melawan Belanda, Jepang berpeluang besar lolos sebagai juara grup. Pertanyaan besarnya, mampukah Samurai Biru mempertahankan performa gemilang ini dan menembus babak yang lebih dalam? Atau justru Belanda yang akan kembali menunjukkan dominasinya?



