Jadwal Padat Menanti: Herdman Siapkan Dua Strategi Berbeda untuk Piala AFF dan FIFA ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia akan menghadapi Piala AFF (Juli-Agustus 2026) dan FIFA ASEAN Cup (September-Oktober 2026) dalam waktu berdekatan.
- John Herdman merencanakan pendekatan berbeda: Piala AFF untuk menguji pemain lokal, FIFA ASEAN Cup untuk kekuatan penuh demi gelar.
- Dukungan pemerintah dan publik disebut krusial untuk kesuksesan tim, sejalan dengan target menjadi yang terbaik di Asia Tenggara.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, membeberkan rencana strategis timnya menghadapi dua turnamen besar dalam waktu berdekatan: Piala AFF 2026 dan FIFA ASEAN Cup 2026. Dengan jadwal yang padat, Herdman menegaskan pentingnya dukungan penuh dari pemerintah dan seluruh elemen bangsa untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
Dalam pernyataannya melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Herdman menggarisbawahi bahwa keberhasilan Skuad Garuda tidak semata-mata bergantung pada kualitas pemain dan staf pelatih. "Kami membutuhkan seluruh negara berada di belakang kami, terutama para pemimpin kami," ujarnya. Hal ini menjadi fondasi dalam persiapan tim menuju dua ajang yang akan digelar pada pertengahan hingga akhir 2026.
Piala AFF dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026, sementara FIFA ASEAN Cup menyusul pada 21 September hingga 6 Oktober 2026. Herdman melihat Piala AFF sebagai momentum emas untuk memberikan kesempatan kepada pemain-pemain lokal unjuk gigi di level internasional. Turnamen ini juga akan menjadi ajang evaluasi bagi tim pelatih untuk menilai perkembangan para pemain yang selama ini jarang mendapat menit bermain di timnas.
"Satu di antaranya memberi kesempatan untuk menggunakan para pemain lokal dan memberikan mereka pengalaman mengenai apa yang dibutuhkan di level tersebut, sekaligus menjadi kesempatan bagi saya untuk melakukan penilaian terhadap mereka," jelas Herdman. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Piala AFF bukan sekadar ajang pemanasan, melainkan laboratorium untuk mengasah kedalaman skuad.
Berbeda dengan Piala AFF, FIFA ASEAN Cup dipandang Herdman sebagai panggung untuk menurunkan kekuatan terbaik. Ia berencana menyatukan pemain-pemain pilihan, termasuk diaspora yang memperkuat klub-klub Eropa, demi mengejar hasil maksimal. "FIFA ASEAN Cup adalah turnamen yang harus kami menangi untuk memastikan bahwa kami menjadi yang terbaik di Asia Tenggara, dan itu merupakan langkah penting yang harus kami ambil untuk membawa pulang trofi," tegasnya.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sebelumnya telah mengonfirmasi partisipasi Indonesia di kedua turnamen tersebut. Dengan adanya FIFA ASEAN Cup yang merupakan turnamen resmi FIFA, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengukur diri tidak hanya di kancah regional, tetapi juga mendapatkan poin ranking FIFA yang berharga.
Bagi pengamat sepak bola nasional, strategi Herdman ini dinilai cerdas. Memisahkan fungsi dua turnamen—satu untuk pengembangan pemain lokal, satu lagi untuk hasil instan—dapat memaksimalkan potensi tim tanpa mengorbankan target jangka panjang. Namun, tantangan logistik dan kebugaran pemain tetap menjadi perhatian mengingat jadwal yang berdekatan.
Keberhasilan rencana ini sangat bergantung pada konsistensi dukungan dari pemerintah dan federasi. Herdman optimistis bahwa dengan kolaborasi semua pihak, Indonesia tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga merebut gelar di FIFA ASEAN Cup. Pertanyaannya, akankah para pemain lokal yang diuji di Piala AFF mampu tampil konsisten sehingga layak dipertahankan untuk turnamen berikutnya?



