Rumah Jokowi di Solo Diserbu Warga di Hari Ulang Tahun ke-65
Baca dalam 60 detik
- Ribuan warga antre sejak pagi di kediaman Jokowi di Solo untuk memberikan ucapan selamat ulang tahun secara langsung.
- Antusiasme tinggi terlihat dari karangan bunga, tumpeng, dan warga yang rela datang dari luar kota seperti Boyolali.
- Momen ini menunjukkan kedekatan emosional masyarakat dengan mantan presiden, meski sebagian tidak sempat bersalaman karena padatnya pengunjung.

Kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, menjadi pusat perhatian pada Minggu (21/6) pagi. Ratusan warga dari berbagai daerah rela mengantre sejak subuh untuk memberikan ucapan selamat ulang tahun secara langsung kepada mantan kepala negara yang genap berusia 65 tahun itu.
Pemandangan berbeda terlihat di lingkungan rumah sederhana bergaya Jawa tersebut. Sejumlah karangan bunga dan rangkaian anggrek menghiasi pagar depan, sementara beberapa kelompok warga membawa tumpeng yang kemudian dibagikan kepada sesama pengunjung. Suasana riuh rendah namun tetap tertib mewarnai perayaan yang berlangsung secara spontan ini.
Jokowi sempat keluar rumah untuk menyalami warga satu per satu. Dengan mengenakan kemeja putih dan peci hitam, ia menyapa pengunjung dengan ramah, menanyakan asal daerah mereka. "Dari mana?" ujarnya sambil menjabat tangan para tamu yang antusias. Interaksi singkat itu menjadi kenangan tersendiri bagi warga yang datang dari jauh.
Salah seorang pengunjung, Gibran (bukan nama asli), warga Boyolali, mengaku sengaja meluangkan waktu liburannya untuk hadir. Ia tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung bergabung dengan rombongan. "Seru banget, dapat nasi urap sama es teh. Kebetulan lagi liburan di Solo, jadi sekalian," katanya. Namun, karena padatnya pengunjung, Gibran mengaku tidak sempat bersalaman dengan Jokowi. "Tadi enggak kebagian karena penuh banget, ramai banget. Ini antrean foto aja," ucapnya.
Fenomena ini mencerminkan ikatan emosional yang masih kuat antara Jokowi dan masyarakat, terutama di kampung halamannya. Tidak hanya warga Solo, tetapi juga dari kota-kota sekitar seperti Boyolali, Sukoharjo, dan Klaten turut meramaikan acara. Beberapa pengamat menilai bahwa momen seperti ini jarang terjadi pada mantan presiden lain, menunjukkan bahwa Jokowi tetap menjadi figur yang dekat dengan rakyat jelata.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah tradisi serupa akan terus berlangsung di tahun-tahun mendatang, ataukah ini hanya euforia sesaat pasca kepemimpinan. Yang jelas, antusiasme warga kali ini menjadi bukti bahwa Jokowi tidak hanya dikenang sebagai presiden, tetapi juga sebagai tetangga dan sesama warga yang hangat.



