Tottenham Incar Pedro Neto sebagai Penerus Gareth Bale: Investasi £70 Juta yang Layak?
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan serius mengejar winger Chelsea, Pedro Neto, untuk mengisi kekosongan di lini sayap kanan.
- Krisis cedera yang menimpa Mohammed Kudus dan Dejan Kulusevski memaksa manajer Roberto De Zerbi mencari opsi baru.
- Statistik Neto musim lalu menunjukkan kemiripan dengan gaya bermain Gareth Bale, menjadikannya kandidat ideal untuk mengulang kesuksesan sang legenda.

Tottenham Hotspur tengah berburu penyerang elite pada bursa transfer musim panas ini. Setelah kehilangan dua pemain kunci di posisi sayap kanan karena cedera panjang, klub London Utara itu kini mengarahkan radar ke Pedro Neto, winger Chelsea yang dibanderol sekitar £70 juta. Langkah ini dinilai sebagai upaya manajer Roberto De Zerbi untuk menemukan sosok yang bisa meniru jejak Gareth Bale, legenda yang pernah membawa Spurs bersinar di pentas Eropa.
Gareth Bale, yang memperkuat Tottenham dalam dua periode, mencatatkan 237 penampilan dengan 71 gol dan 53 assist. Kepergiannya ke Real Madrid pada 2013 dengan nilai transfer £85 juta menjadi rekor penjualan klub, namun sejak itu Spurs kesulitan menemukan pengganti yang setara. Bahkan, pada musim 2020/21, mereka sempat meminjam Bale untuk menambal lini serang, dan sang pemain merespons dengan 16 gol dari 34 pertandingan.
Kini, lima tahun setelah masa pinjaman itu, Tottenham kembali menghadapi dilema serupa. Brennan Johnson, yang sempat menjadi andalan dan mencetak gol kemenangan di final Liga Europa 2024/25, telah hengkang ke Crystal Palace dengan nilai £35 juta pada Januari lalu. Sementara itu, dua opsi utama di sayap kanan, Mohammed Kudus dan Dejan Kulusevski, masih berkutat dengan cedera. Kulusevski bahkan absen sepanjang musim 2025/26 setelah menjalani operasi lutut, dan belum jelas kapan keduanya bisa kembali merumput.
Kondisi ini memaksa De Zerbi untuk mencari amunisi baru. Nama Cody Gakpo dari Liverpool sempat mencuat, namun yang terbaru adalah Pedro Neto. Jurnalis transfer Fabrizio Romano mengungkapkan bahwa Neto masuk dalam daftar incaran Manchester City, tetapi juga dibahas secara internal oleh Tottenham. “Jika kesepakatan untuk Savinho tidak terjadi, Pedro Neto bisa menjadi opsi bagi Tottenham, dan ini situasi yang menarik untuk diikuti,” ujar Romano di kanal YouTube-nya.
Perbandingan dengan Bale bukan tanpa dasar. Gaya bermain Neto yang cepat, berani mengambil inisiatif, dan sering memotong dari sisi kanan untuk melepaskan tembakan mengingatkan pada karakter Bale. Analis Premier League bahkan menyebut Neto “seperti Gareth Bale” karena kemampuannya menciptakan peluang baik untuk diri sendiri maupun rekan setim. Statistik musim lalu menunjukkan Neto menyelesaikan 1,7 dribel sukses per 90 menit, angka yang menempatkannya di atas 80% penyerang lain di liga. Ia juga memiliki akurasi tembakan ke gawang 38% dan 1,3 umpan silang sukses per pertandingan, yang menempatkannya dalam 10% winger terbaik di Inggris.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Tottenham ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub besar Eropa beradaptasi dengan krisis cedera. Di tengah bursa transfer yang kompetitif, keputusan menggelontorkan dana besar untuk pemain berusia 26 tahun yang sudah terbukti di Premier League bisa menjadi sinyal bahwa Spurs tidak ingin mengulang kesalahan masa lalu. Namun, pertanyaannya adalah apakah Neto mampu tampil konsisten seperti Bale, yang pernah membawa Spurs ke ambang gelar juara?
De Zerbi, yang dikenal dengan pendekatan menyerang, tentu berharap Neto bisa menjadi jawaban atas kebuntuan lini sayap. Jika transfer ini terealisasi, publik sepak bola Indonesia yang kerap mengikuti perkembangan Liga Inggris akan menyaksikan bagaimana seorang pemain Portugal beradaptasi dengan tekanan sebagai penerus legenda. Apakah £70 juta akan menjadi investasi yang berbuah manis, atau justru menjadi beban berat bagi Neto? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Tottenham tidak ingin kehilangan momentum di tengah persaingan ketat musim depan.



