Paraguay Kalahkan Turki Meski Bermain dengan 10 Orang, Timnas Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Paraguay sukses mengalahkan Turki dengan skor 1-0 di matchday kedua Grup D Piala Dunia 2026, meski harus bermain dengan 10 pemain setelah Miguel Almiron mendapat kartu merah.
- Kekalahan ini memastikan Turki gagal melaju ke babak selanjutnya setelah mengumpulkan nol poin dari dua pertandingan, sementara Paraguay naik ke posisi kedua klasemen grup.
- Hasil ini membuka peluang Paraguay untuk lolos ke fase gugur, sekaligus menjadi kejutan di Grup D yang sebelumnya diprediksi ketat.

Paraguay memetik kemenangan dramatis atas Turki dalam laga matchday kedua Grup D Piala Dunia 2026 yang berlangsung di San Francisco Bay Area Stadium, California, Sabtu (20/6/2026). Meski harus bermain dengan sepuluh pemain sejak babak pertama, tim asuhan Eduardo Berizzo mampu memanfaatkan satu peluang emas untuk mengunci kemenangan 1-0. Hasil ini memastikan langkah Turki terhenti di fase grup setelah dua kekalahan beruntun.
Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Wasit mengeluarkan kartu merah langsung kepada gelandang Paraguay, Miguel Almiron, pada menit ke-34 setelah pelanggaran keras terhadap pemain Turki. Insiden tersebut memicu protes dari bangku cadangan Paraguay, bahkan pelatih Vincenzo Montella menerima kartu kuning karena aksinya. Meski unggul jumlah pemain, Turki justru kesulitan menembus pertahanan rapat lawan.
Gol semata wayang tercipta pada menit ke-67 melalui aksi Matias Galarza. Memanfaatkan kemelut di kotak penalti setelah sepak pojok, Galarza melepaskan tembakan kaki kiri yang tak mampu dihalau kiper Turki. Paraguay kemudian bertahan mati-matian untuk mempertahankan keunggulan, termasuk saat Turki mendapat beberapa peluang emas di menit akhir.
Kekalahan ini membuat Turki menjadi tim pertama yang tersingkir di Grup D. Mereka mengumpulkan nol poin dari dua pertandingan, setelah sebelumnya kalah 2-0 dari Brasil. Paraguay kini mengoleksi tiga poin dan menempati posisi kedua klasemen, di bawah Brasil yang memuncaki grup dengan enam poin. Sementara itu, Haiti dan Paraguay masih berpeluang lolos ke babak 16 besar.
Kegagalan Turki menjadi sorotan di kalangan pengamat sepak bola. Tim yang dianggap sebagai salah satu kuda hitam turnamen ini justru tampil mengecewakan. โTurki memiliki skuad bertabur bintang seperti Hakan Calhanoglu dan Cengiz Under, namun mereka gagal menunjukkan permainan kolektif,โ ujar analis sepak bola internasional, John Smith, dalam wawancara dengan LyndHub. โParaguay, meski kehilangan satu pemain, bermain dengan disiplin tinggi dan layak menang.โ
Bagi Indonesia, hasil ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya konsistensi dan adaptasi di turnamen besar. Timnas Indonesia, yang saat ini berjuang untuk lolos ke Piala Dunia 2026 melalui jalur kualifikasi, dapat mencontoh kegigihan Paraguay yang mampu mengatasi tekanan. Pelatih Shin Tae-yong diharapkan bisa mengambil catatan dari pertandingan ini untuk memperkuat mental bertahan tim Garuda.
Dengan kekalahan ini, Turki harus angkat koper lebih awal. Sementara itu, Paraguay masih memiliki satu pertandingan melawan Haiti yang akan menentukan nasib mereka. Jika mampu meraih kemenangan, Paraguay berpeluang besar lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya sejak 2010. Akankah Paraguay mampu mempertahankan performa impresif mereka? Atau justru Haiti yang akan mengejutkan?



