Undav Pahlawan Jerman: Dua Gol Bawa Die Mannschaft ke Babak Gugur Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Deniz Undav mencetak dua gol sebagai pemain pengganti untuk membalikkan ketertinggalan Jerman atas Pantai Gading.
- Kemenangan 2-1 memastikan Jerman lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026, meski status juara grup masih tergantung hasil laga lain.
- Undav kini memiliki sembilan gol dalam delapan penampilan terakhirnya bersama timnas Jerman, menunjukkan ketajaman luar biasa.
Deniz Undav menjadi pahlawan Jerman setelah dua golnya sebagai pemain pengganti membawa Die Mannschaft membalikkan ketertinggalan dan memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Dalam laga yang berlangsung di Toronto Stadium, Selasa (18/6) waktu setempat, Jerman menang 2-1 atas Pantai Gading.
Pantai Gading unggul lebih dulu melalui Franck Kessie pada menit ke-30. Gol berawal dari serangan balik cepat yang dimulai Yan Diomande. Umpan silangnya jatuh ke kaki Amad Diallo, dan meski Nathaniel Brown berusaha memblok, bola rebound berhasil disontek Kessie. Jerman sempat kesulitan menembus pertahanan rapat Les Éléphants.
Pelatih Julian Nagelsmann bereaksi cepat di babak kedua. Pada menit ke-60, ia memasukkan Nadiem Amiri dan Undav. Keputusan itu langsung berbuah manis delapan menit kemudian. Amiri mengirim umpan silang presisi yang disambut Undav dengan sundulan jarak dekat untuk menyamakan kedudukan.
Pantai Gading nyaris kembali unggul saat Nicholas Pepe menusuk dari sisi kanan. Umpan silangnya mencari Evann Guessand yang menarik perhatian bek Jerman, meninggalkan Simon Adingra bebas di sisi kiri kotak penalti. Namun, kontrol bola yang longgar membuat peluang itu sirna. Kesempatan itu terbukti krusial.
Memasuki menit ke-90+4, Lukas Nmecha memberikan umpan terobosan cerdas kepada Undav. Dengan tenang, penyerang VfB Stuttgart itu berputar dan melepaskan tembakan akurat yang merobek jala gawang Yahia Fofana. Gol tersebut memastikan kemenangan Jerman dan membuat pendukung Pantai Gading kecewa.
Kemenangan ini menegaskan kedalaman skuad Jerman. Nagelsmann mampu memanfaatkan pemain pengganti secara efektif, sesuatu yang sering menjadi kunci di turnamen besar. Bagi Pantai Gading, kekalahan ini menjadi pukulan telak setelah mereka tampil disiplin selama 60 menit. Pelatih Emerse Fae patut diacungi jempol atas strateginya, namun penyelesaian akhir yang kurang klinis menjadi batu sandungan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menjadi tontonan menarik karena menampilkan dua tim dengan gaya bermain kontras. Jerman yang mengandalkan penguasaan bola dan pressing tinggi, berhadapan dengan Pantai Gading yang mengutamakan transisi cepat dan kekuatan fisik. Pelajaran berharga bisa diambil, terutama dalam hal manajemen pertandingan dan pentingnya ketenangan di momen krusial.
Dengan hasil ini, Jerman tinggal menunggu laga Curaçao vs Ekuador untuk menentukan apakah mereka lolos sebagai juara grup atau runner-up. Namun, yang terpenting, langkah mereka ke fase gugur sudah pasti. Pertanyaan selanjutnya: bisakah Undav mempertahankan ketajamannya dan membawa Jerman melaju lebih jauh?



