Media Irak Akui Kemajuan Timnas Indonesia: Garuda Punya Cetak Biru Jelas
Baca dalam 60 detik
- Media Irak 4Pro memuji transformasi PSSI yang dinilai memiliki perencanaan jangka panjang, kontras dengan federasi sepak bola Irak yang disebut masih mengandalkan solusi instan.
- Program naturalisasi pemain diaspora Eropa seperti Jay Idzes dan Emil Audero menjadi kunci peningkatan kualitas skuad Garuda, dengan target ambisius lolos ke Piala Dunia 2030.
- Peringkat FIFA Indonesia yang kini di posisi 118 dunia menunjukkan tren positif, didukung pencapaian lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023 dan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Pujian terhadap transformasi sepak bola Indonesia kembali datang dari luar negeri, kali ini dari media Irak, 4Pro, yang menilai PSSI telah memiliki cetak biru pembangunan tim nasional yang jelas, berbeda dengan federasi sepak bola Irak yang disebut masih berjalan tanpa arah.
Dalam unggahan di akun Instagram-nya, Jumat (19/6/2026), 4Pro secara eksplisit membandingkan langkah PSSI dengan IFA (Iraq Football Association). "Beberapa federasi sedang merencanakan langkah-langkah untuk tahun-tahun mendatang, sementara kita masih bergantung pada solusi sementara dan keputusan sesaat," tulis media tersebut. Pernyataan ini menjadi pengakuan bahwa Indonesia telah melompat jauh dalam perencanaan strategis sepak bola.
Sorotan utama 4Pro tertuju pada program naturalisasi pemain keturunan yang dijalankan PSSI. Langkah ini dinilai bukan sekadar tambal sulam, melainkan bagian dari strategi besar untuk membangun tim yang kompetitif di level Asia dan dunia. Saat ini, skuad Garuda diisi oleh perpaduan talenta lokal dan pemain diaspora yang berkarier di Eropa, seperti bek Venezia Jay Idzes dan kiper Palermo Emil Audero yang sama-sama berlaga di Serie A. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata peningkatan kualitas tim Merah-Putih.
"Indonesia telah menyusun rencana yang jelas untuk masa depan, menarik para talenta profesionalnya yang berada di Eropa dan menetapkan tujuan dengan tepat: hasil positif di Piala Asia 2027, masuk ke dalam 50 tim terbaik dunia, lolos ke Piala Dunia 2030," tulis 4Pro. Target-target ini menunjukkan ambisi besar yang tidak hanya sekadar wacana, tetapi sudah mulai diwujudkan melalui langkah-langkah konkret di lapangan.
Bagi Indonesia, pengakuan dari media Irak ini memiliki makna ganda. Di satu sisi, ini menjadi legitimasi atas kerja keras PSSI dalam membangun fondasi sepak bola nasional. Di sisi lain, ini menjadi cambuk untuk terus konsisten, mengingat perjalanan masih panjang. Peringkat FIFA yang kini di posisi 118 dunia memang belum cukup untuk bersaing dengan elite Asia, tetapi tren positif dan program pembinaan jangka panjang memberikan harapan.
"Begitulah cara membangun tim nasional yang sukses, dengan visi jangka panjang, kepercayaan pada generasi muda, dan investasi pada talenta sebelum terlambat," sebut media Irak tersebut. "Indonesia tidak menunggu keajaiban dan tidak mencari-cari alasan, melainkan pergi ke tempat di mana talenta-talenta itu berada dan mengumpulkan mereka di bawah bendera tim nasional."
Dengan kombinasi pemain muda potensial, amunisi diaspora, dan target besar menuju Piala Dunia 2030, skuad arahan John Herman itu diyakini masih bisa berkembang lebih jauh pada masa mendatang. Pertanyaan yang kini mengemuka: mampukah PSSI menjaga momentum ini dan membawa Garuda terbang lebih tinggi di kancah sepak bola dunia?



