Dua Gol Perdana di Piala Dunia, Matheus Cunha Buat Brasil Tundukkan Haiti
Baca dalam 60 detik
- Matheus Cunha mencetak dua gol pertamanya di Piala Dunia saat Brasil mengalahkan Haiti 3-0 pada laga kedua Grup C Piala Dunia 2026.
- Keputusan pelatih Carlo Ancelotti menurunkan Cunha sebagai starter menggantikan Igor Thiago terbukti efektif meningkatkan daya gedor Brasil.
- Cunha, yang gagal tampil di Piala Dunia 2022, kini menjadi salah satu pilar penting Brasil di turnamen ini.
Empat tahun setelah gagal menembus skuad Brasil untuk Piala Dunia 2022, penyerang Matheus Cunha akhirnya mencatatkan namanya di papan skor turnamen terbesar sepak bola dunia. Dua gol yang ia lesakkan ke gawang Haiti pada laga kedua Grup C Piala Dunia 2026 tidak hanya mengantarkan Brasil meraih kemenangan perdana, tetapi juga menjadi penebusan atas kekecewaan masa lalu.
Cunha, yang sebelumnya hanya menjadi pemain pengganti saat Brasil ditahan Maroko di laga pembuka, tampil sebagai starter menggantikan Igor Thiago atas instruksi pelatih Carlo Ancelotti. Keputusan itu langsung membuahkan hasil. Dalam 45 menit pertama, Brasil tampil agresif dan berhasil mengemas tiga gol, dua di antaranya berasal dari aksi Cunha. "Ini salah satu hari terbaik dalam hidup saya," ujar pemain Manchester United itu kepada FIFA. "Semua orang bermimpi membela Brasil di Piala Dunia. Mencetak dua gol dan membantu tim... saya sangat bahagia, seolah sedang bermimpi."
Kemenangan ini menjadi angin segar bagi Brasil yang sebelumnya hanya bermain imbang tanpa gol melawan Maroko. Dengan tiga poin di tangan, Seleรงรฃo kini berada di posisi yang lebih nyaman untuk melaju ke babak selanjutnya. Cunha pun mengakui bahwa chemistry antarlini serang Brasil berjalan baik. "Kami semua punya kecerdasan untuk tahu di mana harus berada. Saya rasa kami bermain bagus bersama, dan itu penting di momen seperti ini," tambahnya.
Kisah Cunha menjadi inspirasi tersendiri. Empat tahun lalu, ia nyaris masuk skuad Brasil untuk Qatar 2022 setelah tampil di babak kualifikasi, namun pelatih saat itu, Tite, mencoret namanya. Kini, di bawah asuhan Ancelotti, ia mendapatkan kepercayaan penuh. "Setelah semua yang saya lalui, saya menjadi lebih bijak dan dewasa. Saya hanya berusaha menikmati setiap momen," kata Cunha. "Mewujudkan mimpi bermain di Piala Dunia membuat saya sangat bangga. Saya melakukan segalanya untuk bisa ikut Piala Dunia sebelumnya, tapi takdir berkata lain. Kini saya bersyukur bisa berada di sini dan membantu tim."
Di luar lapangan, Cunha dikenal sebagai penggemar selancar. Ia kerap merayakan gol dengan gerakan berselancar, terinspirasi dari sahabatnya, peselancar profesional Brasil Italo Ferreira. "Saya berasal dari Joao Pessoa dan mulai berselancar di Baia Formosa. Selancar sudah menjadi bagian besar hidup saya, cara untuk bersantai. Saya sangat dekat dengan Italo. Saya bisa dibilang sama seringnya mengikuti selancar seperti sepak bola," ungkapnya.
Bagi Indonesia, performa Cunha menjadi pengingat bahwa kerja keras dan kesabaran bisa membuahkan hasil. Di tengah gempuran pemain muda Brasil, Cunha membuktikan bahwa pengalaman dan ketangguhan mental tetap menjadi faktor penentu. Langkah Brasil selanjutnya adalah menghadapi Skotlandia di Miami Stadium pada 24 Juni. Akankah Cunha kembali menjadi pembeda?



