Gareth Bale Incar Saham Pengendali Klub Sepak Bola, Gandeng Mitra AS
Baca dalam 60 detik
- Mantan bintang Real Madrid Gareth Bale berencana membeli saham mayoritas klub sepak bola melalui kendaraan investasi bersama firma ekuitas swasta Amerika, Juggernaut Capital Partners.
- Kemitraan ini tidak hanya fokus pada sepak bola, tetapi juga akan merambah golf, olahraga remaja, dan olahraga wanita, yang dinilai masih kurang mendapat perhatian.
- Langkah Bale menandai tren baru pesepakbola purnabakti yang beralih menjadi pemilik klub, membuka peluang bagi investor global termasuk dari Asia untuk masuk ke industri sepak bola Eropa.

Mantan pemain sayap Wales dan Real Madrid, Gareth Bale, mengumumkan ambisinya untuk mengakuisisi saham pengendali di sebuah klub sepak bola. Pria 34 tahun itu menggandeng firma ekuitas swasta asal Amerika Serikat, Juggernaut Capital Partners, dalam sebuah kendaraan investasi olahraga yang dirancang untuk mengambil alih kendali penuh atas sebuah klub.
Dalam wawancara dengan Reuters, Bale mengungkapkan bahwa ia dan John Shulam, pendiri sekaligus mitra pengelola Juggernaut, sedang menjajaki beberapa opsi klub yang cocok. โIni adalah sesuatu yang selalu saya cari, tetapi tidak pernah menemukan kesempatan yang tepat sampai saya bertemu John,โ ujar Bale. Ia menambahkan bahwa pengalamannya sebagai pemain memberikan perspektif unik tentang dinamika ruang ganti, sementara tim Shulam unggul dalam aspek bisnis. โJika kami bisa menggabungkan keduanya, saya yakin ini akan menjadi kemitraan yang luar biasa.โ
Bale, yang pensiun setelah Piala Dunia 2022 dan mengoleksi lima gelar Liga Champions bersama Real Madrid, menyebut Cardiff City sebagai salah satu opsi, namun menekankan bahwa itu hanyalah satu dari sekian banyak kemungkinan. โCardiff mungkin menjadi pilihan, mungkin juga tidak. Itu hanya salah satu dari banyak klub,โ katanya.
John Shulam menegaskan bahwa strategi mereka bukanlah membeli sebagian kecil saham klub raksasa Premier League. โKami tidak ingin memiliki potongan kecil dari klub besar. Kami ingin membeli sesuatu yang bisa kami kendalikan secara langsung, menjadi pemegang saham pengendali,โ tegasnya. Pendekatan ini berbeda dengan tren sebelumnya di mana banyak mantan pemain hanya menjadi investor pasif atau duta merek.
Shulam juga mengungkapkan bahwa platform olahraga Juggernaut akan berinvestasi di berbagai sektor. โKami akan berinvestasi di golf, olahraga remaja, dan yang terpenting, olahraga wanita. Selama ini perhatian terhadap olahraga wanita masih kurang,โ katanya. Ia menambahkan bahwa dalam waktu dekat mereka akan mengumumkan investasi pertama di tim profesional wanita.
Langkah Bale dan Juggernaut mencerminkan pergeseran lanskap kepemilikan klub sepak bola global. Semakin banyak mantan pemain yang beralih menjadi pemilik, memanfaatkan pengalaman dan jaringan mereka untuk menciptakan nilai. Bagi Indonesia, tren ini membuka peluang bagi investor lokal untuk belajar dari model kemitraan semacam itu, terutama dalam mengelola klub dengan pendekatan bisnis yang lebih profesional. Selain itu, investasi di olahraga wanita yang digaungkan Shulam sejalan dengan upaya pengembangan sepak bola wanita di Indonesia yang mulai mendapat perhatian serius.
Ke depannya, pertanyaan besarnya adalah klub mana yang akan menjadi target akuisisi Bale dan Juggernaut. Akankah mereka memilih klub di Inggris, atau justru merambah ke liga lain yang potensial? Yang jelas, langkah ini menandai babak baru dalam karier pasca-pensiun Bale, dan bisa menjadi preseden bagi atlet lain untuk mengambil peran lebih aktif di luar lapangan.



