Manchester United Kebut Negosiasi Gaji Mateus Fernandes, Incaran Baru dari West Ham
Baca dalam 60 detik
- Manchester United tengah merundingkan kontrak personal dengan Mateus Fernandes, gelandang West Ham yang baru dua musim terdegradasi dari Premier League.
- Klub berjuluk Setan Merah itu melihat potensi besar pada Fernandes, yang dinilai memiliki gaya bermain all-action mirip Carlos Tevez saat direkrut dari West Ham pada 2007.
- Persaingan dengan Tottenham Hotspur kian memanas, namun United diyakini masih unggul berkat pembicaraan yang sudah memasuki tahap detail gaji.

Manchester United kembali memburu gelandang West Ham United, Mateus Fernandes, sebagai prioritas utama bursa transfer musim panas ini. Klub asuhan Michael Carrick itu dikabarkan telah memasuki tahap diskusi personal terms dengan pemain berusia 21 tahun tersebut, meski harus bersaing ketat dengan Tottenham Hotspur yang juga mengincar jasa sang playmaker.
Kepastian ini diungkapkan oleh pakar transfer Eropa, Fabrizio Romano, melalui kanal YouTube-nya. Romano menyebut bahwa meskipun Tottenham sudah melakukan kontak dengan agen pemain, United tetap menjadi pihak yang paling serius dengan pembicaraan yang sudah mengarah pada detail gaji. “Manchester United masih dalam pembicaraan konkret. Mereka sudah mendiskusikan persyaratan personal dengan sang pemain,” ujar Romano.
Langkah United ini menarik perhatian karena Fernandes baru saja mengalami degradasi Premier League dua musim berturut-turut bersama West Ham. Namun, sejarah membuktikan bahwa Old Trafford kerap memetik permata dari klub yang terpuruk. Roy Keane direkrut dari Nottingham Forest setelah degradasi pada 1993, sementara Carlos Tevez datang dari West Ham yang nyaris terdegradasi pada 2007—dan kemudian menjadi legenda di Manchester.
Fernandes, yang berposisi sebagai gelandang bertahan atau deep-lying midfielder, menawarkan energi dan mobilitas yang selama ini kurang di lini tengah United. Musim lalu, ia mencatat rata-rata 3,9 tekel dan intersep per pertandingan—lebih baik dari Casemiro yang hanya 3,5. Meski masih mentah dengan empat kesalahan yang berujung pada tembakan lawan, kontribusi ofensifnya juga solid: tujuh gol dan assist di semua kompetisi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan United di bursa transfer ini layak dicermati. Klub sebesar Manchester United yang berani menggelontorkan dana besar untuk pemain dari klub terdegradasi menunjukkan pergeseran strategi: mereka kini lebih fokus pada potensi jangka panjang ketimbang nama besar instan. Ini bisa menjadi sinyal bagi klub-klub Asia, termasuk yang berbasis di Indonesia, untuk lebih berani merekrut pemain muda dari liga-liga Eropa yang sedang terpuruk.
Namun, risiko tetap ada. Fernandes belum terbukti di level elite Eropa, dan tekanan bermain di Old Trafford bisa menjadi bumerang. Carrick, yang pernah menjadi bagian dari tim sukses era Ferguson, diharapkan mampu membimbingnya seperti Ferguson dulu mengasah Tevez. Pertanyaannya, akankah Fernandes menjadi bintang baru atau sekadar kilatan sesaat?
Keputusan akhir ada di tangan Fernandes dan agennya. Jika ia memilih merah ketimbang putih Tottenham, maka Old Trafford akan mendapatkan gelandang muda yang siap mengisi energi baru di lini tengah. Namun, jika Tottenham berhasil membajak, United harus segera mencari alternatif. Satu hal yang pasti: bursa transfer musim panas ini masih menyimpan banyak drama.



