Tottenham Siapkan Kontrak Rp5,5 Miliar per Peku untuk Sandro Tonali
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan telah menyepakati gaji fantastis untuk Sandro Tonali, mencapai £275 ribu per pekan, dalam upaya mendatangkan gelandang Newcastle United tersebut.
- Kesepakatan personal dengan Tonali membuat Spurs unggul dalam perburuan, meski Arsenal dan Manchester City juga mengincar pemain timnas Italia itu.
- Jika terealisasi, transfer ini akan mengulang pola sukses James Maddison: merekrut pemain Premier League berpengalaman yang siap bersinar di klub besar.

Tottenham Hotspur bergerak cepat di bursa transfer musim panas ini. Setelah mendatangkan tiga pemain, klub London utara itu kini membidik Sandro Tonali, gelandang Newcastle United, dengan tawaran kontrak senilai £275 ribu per pekan—setara lebih dari Rp5,5 miliar. Angka itu mengindikasikan keseriusan Spurs untuk kembali bersaing di papan atas Premier League.
Menurut laporan Lee Ryder, koresponden utama Newcastle untuk Chronicle, Tottenham telah mencapai kesepakatan personal dengan Tonali. Gelandang berusia 26 tahun itu disebut terbuka pindah ke Tottenham Hotspur Stadium, meski Arsenal dan Manchester City turut memantau situasinya. Namun, City masih menjadikan Elliot Anderson sebagai prioritas, memberi ruang bagi Spurs untuk menyelesaikan deal lebih dini.
Langkah ini menjadi krusial setelah tawaran perdana Tottenham senilai £75 juta ditolak Newcastle. Negosiasi masih berlangsung, tetapi keyakinan di kubu Spurs cukup tinggi. Apalagi, Tonali dinilai sebagai gelandang bertahan kelas dunia oleh agennya, Beppe Riso, yang menyebutnya "salah satu gelandang terbaik di dunia."
Jika dibandingkan dengan rekrutan sebelumnya, pola yang digunakan Tottenham kali ini mengingatkan pada transfer James Maddison pada 2023. Saat itu, Spurs mendatangkan Maddison dari Leicester City seharga £40 juta setelah ia membuktikan diri sebagai pemain kunci di klub non-unggulan. Kini, Tonali diharapkan mengulangi jejak serupa: pemain Premier League berpengalaman yang memasuki puncak karier dan siap membawa Spurs ke level berikutnya.
Perbandingan dengan Maddison memang menarik. Keduanya sama-sama pemain Premier League mapan yang pindah ke Spurs setelah membuktikan diri di klub lain. Maddison, yang musim lalu cedera ACL dan hanya tampil 34 menit, tetap menjadi andalan di bawah pelatih Roberto De Zerbi. Sementara Tonali, meski berposisi sebagai gelandang bertahan (nomor enam), memiliki kemampuan progresif yang justru kurang dimiliki lini tengah Spurs musim lalu. Data menunjukkan, Tonali mencatat 6,12 progressive carry per 90 menit—lebih baik dari gelandang mana pun di Tottenham pada musim 2025/26.
Dari sisi strategi, Tottenham tampaknya fokus merekrut pemain yang sudah terbukti di Premier League. Selain Tonali, mereka juga dikaitkan dengan Mateus Fernandes dari West Ham United, meski pemain Portugal itu lebih memilih Manchester United. Keunggulan Spurs dalam kasus Tonali adalah kesepakatan personal yang sudah matang, sehingga risiko gagal lebih kecil.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Tottenham ini menarik dicermati. Klub-klub Premier League semakin agresif di bursa transfer, dan strategi Spurs yang memburu pemain berpengalaman ketimbang bakat mentah bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Liga 1 yang mulai berani belanja pemain asing berkualitas. Namun, dengan nilai transfer yang mencapai £75-85 juta, jelas bahwa persaingan di papan atas Inggris membutuhkan investasi yang tidak sedikit.
Pertanyaan selanjutnya: akankah Tottenham mampu menyelesaikan negosiasi dengan Newcastle sebelum klub lain menyalip? Ataukah Tonali akan menjadi bumerang seperti beberapa rekrutan mahal Spurs sebelumnya? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: ambisi Tottenham untuk kembali ke papan atas tidak bisa diremehkan.



