FIFA Fan Festival 2026 Tembus 2 Juta Pengunjung, Meksiko Paling Ramai
Baca dalam 60 detik
- FIFA Fan Festival edisi 2026 telah mencatatkan 2 juta kunjungan setelah putaran pertama pertandingan, dengan tiga kota Meksiko mendominasi jumlah pengunjung.
- Antusiasme tinggi terlihat di 13 kota tuan rumah di tiga negara, dengan venue di Kanada dan AS beroperasi penuh kapasitas.
- Rangkaian konser dan acara hiburan masih akan berlanjut hingga final 19 Juli, memperkuat daya tarik festival bagi penggemar global.

FIFA Fan Festival untuk Piala Dunia 2026 telah menembus angka 2 juta pengunjung hanya dalam dua pekan pertama turnamen, menandai antusiasme luar biasa dari para pendukung sepak bola di Amerika Utara. Tiga kota di Meksiko—Mexico City, Monterrey, dan Guadalajara—menjadi penyumbang terbesar, dengan total kumulatif lebih dari 990 ribu orang.
Menurut data FIFA, hingga 17 Juni, jumlah pengunjung mencapai 1.992.302 orang, melampaui ekspektasi awal. Mexico City memimpin dengan 527.100 pengunjung, disusul Monterrey (244.710) dan Guadalajara (218.424). Sementara itu, venue di Kanada dan Amerika Serikat dilaporkan beroperasi penuh kapasitas sejak hari pertama pertandingan.
Presiden FIFA Gianni Infantino menyambut positif respons publik. “Kami ingin menciptakan ruang di kota tuan rumah di mana penduduk lokal dan penggemar dari seluruh dunia bisa berkumpul menikmati Piala Dunia, hiburan spektakuler, dan cita rasa lokal,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sambutan luar biasa ini membuktikan visi dan dedikasi kota-kota tuan rumah.
Puncak keramaian terjadi pada laga pembuka 11 Juni, ketika ribuan penggemar memenuhi Zócalo di Mexico City untuk menyaksikan kemenangan tim tuan rumah. Euforia serupa juga terlihat di Monterrey dan Guadalajara. Sehari sebelumnya, konser hitung mundur di Toronto, Los Angeles, dan Mexico City menarik perhatian besar, dengan penampilan Bryan Adams, Wyclef Jean, dan artis lokal.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, fenomena ini menjadi gambaran bagaimana Piala Dunia mampu menyatukan budaya dan hiburan. Meski tidak ada perwakilan timnas, antusiasme global terhadap turnamen ini tetap tinggi, dan FIFA Fan Festival menjadi model bagaimana sebuah ajang olahraga bisa dikemas sebagai festival rakyat yang inklusif. Ke depannya, konsep serupa mungkin bisa diadopsi untuk event olahraga besar di Asia Tenggara.
Rangkaian hiburan masih akan berlanjut hingga final 19 Juli. Beberapa nama besar seperti Ludacris, Killer Mike, Mötley Crüe, The Chainsmokers, dan Davido dijadwalkan tampil di berbagai kota. Dengan kombinasi pertandingan langsung di layar raksasa dan konser musik, FIFA Fan Festival diprediksi akan terus memecahkan rekor kunjungan. Pertanyaannya, mampukah kota-kota tuan rumah mempertahankan daya tarik ini hingga akhir turnamen?



