Spanyol Bangkit: Kemenangan Telak Atas Arab Saudi Hentikan Kritik Pedas
Baca dalam 60 detik
- Spanyol menghancurkan Arab Saudi 4-0 di Piala Dunia 2026 setelah tampil buruk melawan Cape Verde.
- Pelatih Luis de la Fuente menyebut kritik terhadap timnya tidak masuk akal, mengingat rekor 33 laga tanpa kalah.
- Mikel Oyarzabal mencetak dua gol dan satu assist dalam 25 menit pertama, menegaskan perannya sebagai pemain kunci.

Setelah menuai kritik tajam akibat start lambat di Piala Dunia 2026, Spanyol menjawab keraguan dengan kemenangan telak 4-0 atas Arab Saudi di Atlanta, Minggu (21/6). Pelatih Luis de la Fuente dengan tegas membela timnya, menyebut para pengkritik sebagai "orang gila" yang tidak melihat rekam jejak skuadnya.
Pertandingan sebelumnya, Spanyol hanya bermain imbang tanpa gol melawan Cape Verde, memicu spekulasi bahwa generasi muda La Roja belum siap bersaing di level tertinggi. Namun, kembalinya Lamine Yamal ke susunan pemain awal menjadi katalis kebangkitan. De la Fuente menegaskan bahwa timnya telah membuktikan kualitas selama 33 pertandingan tak terkalahkan, dan kritik yang dilontarkan tidak adil bagi pemain muda yang masih memiliki masa depan cerah.
"Saya pikir mempertanyakan tim ini adalah hal gila," ujar De la Fuente. "Kami sudah 33 laga tanpa kalah. Anda bisa memiliki hari yang lebih baik atau lebih buruk, tetapi meragukan generasi pemain muda berbakat ini sungguh tidak adil."
Pelatih berusia 63 tahun itu juga mengungkapkan bahwa kritik justru memotivasi pemainnya. "Harga diri mereka terluka karena kritik itu tidak sesuai kenyataan. Kami bisa tampil lebih baik lagi, seperti yang sudah kami tunjukkan sebelumnya. Komentar negatif terkadang membuat mereka bereaksi positif," tambahnya.
Salah satu sorotan adalah performa Mikel Oyarzabal. Striker Real Sociedad itu sempat dikritik karena tidak menyentuh bola dalam 30 menit pertama melawan Cape Verde. Namun, melawan Arab Saudi, ia membungkam kritik dengan assist dan dua gol di babak pertama. De la Fuente memuji kontribusinya: "Orang yang paham sepak bola sangat menghargainya. Dampak Mikel bagi tim sangat besar, mungkin lebih besar dari pemain mana pun di dunia. Saya yakin ia bisa menorehkan sejarah dalam sepak bola Spanyol."
Bagi Indonesia, performa Spanyol ini menjadi pelajaran tentang pentingnya konsistensi dan mentalitas juara. Timnas Indonesia yang tengah membangun generasi emas bisa meniru cara De la Fuente melindungi pemain mudanya dari tekanan publik. Selain itu, kesuksesan Oyarzabal membuktikan bahwa evaluasi berbasis data tidak selalu mencerminkan kontribusi nyata seorang pemain di lapangan.
Dengan kemenangan ini, Spanyol hanya membutuhkan hasil imbang melawan Uruguay pada Jumat mendatang untuk memastikan lolos ke babak 16 besar. Arab Saudi, yang baru mengoleksi satu poin, harus menang atas Cape Verde dan berharap hasil lain berpihak. Pertanyaan besarnya: mampukah De la Fuente mempertahankan momentum ini dan membawa Spanyol meraih gelar juara dunia?



