Messi, Rezaeian, Cornelius Kuasai Peringkat FIFA: Siapa yang Bersinar di Laga Perdana Piala Dunia 2026?
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi memuncaki peringkat penyerang setelah mencetak trigol ke gawang Aljazair pada laga perdana Grup Piala Dunia 2026.
- Bek kanan Iran Ramin Rezaeian menjadi kreator utama dengan 16 umpan progresif, sementara bek Kanada Derek Cornelius memimpin kategori bertahan dengan 17 penguasaan bola kembali.
- Peringkat berbasis data ini mengukur kontribusi pemain di tiga aspek: menyerang, kreativitas, dan bertahan, memberikan gambaran awal performa di turnamen.

Lionel Messi kembali membuktikan dirinya sebagai pemain paling menentukan di panggung sepak bola dunia. Kapten Argentina itu memuncaki peringkat penyerang FIFA Power Rankings setelah mencetak hat-trick ke gawang Aljazair pada laga perdana Grup Piala Dunia 2026. Tak hanya itu, performa apik pemain lain seperti Ramin Rezaeian dan Derek Cornelius juga mencuri perhatian di kategori kreativitas dan pertahanan.
FIFA Power Rankings, yang didukung oleh Aramco, menggunakan analitik canggih untuk mengukur pengaruh pemain di setiap pertandingan. Data yang dikumpulkan tidak hanya mencatat gol dan assist, tetapi juga aksi-aksi yang menciptakan peluang, memajukan serangan, dan mencegah peluang lawan. Peringkat ini dibagi menjadi tiga kategori utama: Menyerang, Kreativitas, dan Bertahan.
Pada kategori menyerang, Messi mendominasi dengan menyumbang 60% percobaan gol Argentina, semua tembakan tepat sasaran, dan tiga gol. Menariknya, tiga gol Argentina berasal dari expected goals (xG) hanya 1,58, menunjukkan efisiensi penyelesaian akhir yang luar biasa. Selain itu, ia menerima bola 23 kali di antara lini tengah dan pertahanan Aljazair serta menyelesaikan 12 line breaks, membantu Argentina mengubah penguasaan bola menjadi ancaman. Di posisi kedua, pemain sayap Selandia Baru Elijah Just mencetak dua gol dari dua percobaan, memastikan timnya meraih satu poin melawan Iran. Sementara itu, Kylian Mbappe dan Yasin Ayari masing-masing mencetak dua gol di laga perdana.
Beralih ke kreativitas, Ramin Rezaeian menjadi motor serangan Iran dari posisi bek kanan. Ia menyelesaikan 16 umpan progresif dan memecah lini tengah serta pertahanan Selandia Baru sebanyak 13 kali. Tak hanya itu, ia mencetak gol penyeimbang pertama Iran dan berkontribusi langsung pada gol kedua. Di belakangnya, Michael Olise dari Prancis mencatat 19 line breaks, 17 di antaranya melalui umpan, dan berkontribusi pada sembilan rangkaian serangan yang berakhir dengan percobaan gol. Pemain Korea Selatan Lee Kangin juga tampil memukau dengan menyelesaikan semua 38 umpannya dan memberikan assist.
Di sektor pertahanan, Derek Cornelius dari Kanada memimpin setelah penampilan gemilang melawan Bosnia dan Herzegovina. Ia mencatat 17 penguasaan bola kembali (tertinggi di babak pertama), 13 sapuan, empat blok, empat tekel, dan delapan duel udara yang dimenangkan. Nikola Katic dari Bosnia juga tampil solid dengan 12 sapuan, lima blok, tujuh tekel, dan 11 penguasaan bola kembali. Kapten AS Tyler Adams membantu membatasi Paraguay hanya pada xG 0,60, sementara bek Cabo Verde Sidny Lopes Cabral menjadi kunci clean sheet melawan Spanyol.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, peringkat ini memberikan gambaran pemain mana yang patut diwaspadai jika timnas Indonesia suatu saat bertemu lawan-lawan tangguh. Performa Rezaeian sebagai bek kanan yang kreatif bisa menjadi pelajaran bagi pemain sayap atau bek sayap Indonesia untuk lebih aktif dalam membangun serangan. Sementara itu, ketangguhan Cornelius dalam bertahan menunjukkan pentingnya penguasaan bola kembali dan duel udara, aspek yang kerap menjadi kelemahan tim Asia Tenggara.
Peringkat ini baru awal dari turnamen. Dengan masih banyak pertandingan tersisa, para pemain lain berpotensi menyalip posisi teratas. Akankah Messi terus mendominasi? Atau akan muncul kejutan dari pemain seperti Elijah Just atau Xavier Schlager? Yang jelas, data ini menjadi acuan bagi pelatih dan penggemar untuk memahami siapa yang benar-benar berpengaruh di lapangan.



