Iran Pukau Belgia, Kini Satu Langkah dari Sejarah Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Timnas Iran menahan imbang Belgia 0-0 di Piala Dunia 2026, memperkuat peluang lolos ke babak 16 besar untuk pertama kalinya.
- Kesulitan di luar lapangan, seperti larangan masuk AS dan protes politik, justru mempererat solidaritas skuad Iran.
- Laga penentu melawan Mesir pada Jumat mendatang akan menjadi ujian terakhir bagi ambisi sejarah Iran.

Timnas Iran kembali menunjukkan ketangguhan di tengah tekanan. Dalam laga Grup G Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Inglewood, California, Minggu (21/6) waktu setempat, Iran sukses menahan imbang Belgia, salah satu tim unggulan turnamen, dengan skor 0-0. Hasil ini membuat Iran mengoleksi dua poin dari dua laga, setelah sebelumnya juga bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru. Kini, peluang untuk mencetak sejarah baruโlolos ke babak gugur untuk pertama kalinyaโmasih terbuka lebar.
Pertandingan melawan Belgia menjadi bukti lain dari mental baja yang dimiliki skuad asuhan pelatih Amir Ghalenoei. Sepanjang laga, Iran tampil disiplin dan mampu meredam agresivitas Belgia, meskipun lawan harus bermain dengan 10 orang setelah salah satu pemainnya mendapat kartu merah. Peluang emas untuk mencetak gol pun sempat hadir, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor tetap imbang hingga peluit panjang.
Kesuksesan ini tidak lepas dari situasi pelik yang dihadapi Iran di luar lapangan. Akibat kebijakan pemerintah Amerika Serikat, skuad Iran tidak diizinkan tinggal di dalam negeri AS di antara pertandingan. Sejumlah staf dan ofisial tim juga dilarang masuk. Gelandang Iran, Alireza Jahanbakhsh, menegaskan bahwa kesulitan tersebut justru menjadi perekat bagi tim. โIni bagian dari budaya kami: dalam situasi sulit, kami justru tampil lebih baik. Kesulitan itu menyatukan kami,โ ujarnya kepada wartawan usai laga.
Di sisi lain, protes dari kelompok yang menentang pemerintah Iran kembali mewarnai laga kedua di Los Angeles. Namun, Jahanbakhsh menekankan bahwa timnya bermain untuk seluruh rakyat Iran, tanpa memandang perbedaan ideologi. โKami bermain untuk semua orang Iran, di dalam dan luar negeri. Yang terpenting adalah performa kami di lapangan,โ tambahnya.
Bagi Indonesia, perjalanan Iran di Piala Dunia ini memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana keterbatasan dan tekanan eksternal justru bisa menjadi motivasi. Di tengah isu diskriminasi dan politik yang kerap mewarnai sepak bola, Iran menunjukkan bahwa fokus pada tujuan bersama mampu mengatasi hambatan. Hal ini relevan dengan dinamika sepak bola Indonesia yang juga kerap dihadapkan pada berbagai tantangan non-teknis.
Laga pamungkas melawan Mesir pada Jumat mendatang akan menjadi panggung penentu. Jika mampu meraih kemenangan, Iran akan mengukir sejarah baru sebagai negara yang berhasil menembus babak 16 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya. Pertanyaan besarnya: mampukah Iran mempertahankan konsistensi dan kembali menunjukkan ketangguhan di laga hidup-mati tersebut?



