Kisah Dongeng Cabo Verde Berlanjut: Tahan Imbang Uruguay di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Cabo Verde, tim kecil peringkat 73 dunia, menahan imbang Uruguay 2-2 di Miami, menambah daftar kejutan setelah sebelumnya menahan Spanyol.
- Dua gol cepat Uruguay sebelum turun minum sempat membalikkan keadaan, namun kesalahan pertahanan dimanfaatkan Helio Varela untuk menyamakan kedudukan.
- Pertandingan ini mencatat sejarah dengan dua kiper berusia 40 tahun starter, serta menunjukkan ketangguhan mental tim asuhan Bubista yang bermain dengan 10 pemain kram.

Cabo Verde kembali menorehkan kejutan di Piala Dunia 2026 dengan menahan imbang Uruguay 2-2 di Miami Stadium, Kamis (18/6) waktu setempat. Tim berjuluk Blue Sharks itu, yang sebelumnya bermain imbang tanpa gol melawan Spanyol, kini memaksa mantan juara dunia bekerja keras untuk mengamankan satu poin.
Gol Kevin Pina dari tendangan bebas pada menit ke-21 membawa Cabo Verde unggul lebih dulu. Namun Uruguay membalas dengan dua gol cepat sebelum jeda: Maxi Araujo pada menit ke-44 dan Agustin Canobbio pada injury time babak pertama. Babak kedua, kesalahan komunikasi lini belakang Uruguay dimanfaatkan Helio Varela untuk mencetak gol penyeimbang pada menit ke-61. Meski Uruguay mendominasi sisa pertandingan, pertahanan kokoh yang dipimpin Pico Lopes dan Sidny Lopes Cabral gagal ditembus.
Pelatih Cabo Verde, Bubista, memuji perjuangan timnya yang bermain dengan penuh hati meski banyak pemain mengalami kram. โKami menyelesaikan pertandingan dalam kesulitan besar, tetapi tim kami berani sepanjang laga, selalu ingin menang,โ ujarnya. Sementara itu, pelatih Uruguay Marcelo Bielsa mengakui timnya kehilangan intensitas setelah unggul. โFaktor penentu hasil adalah kami membiarkan intensitas turun, itu tidak seharusnya terjadi,โ katanya.
Bagi Indonesia, kisah Cabo Verde menjadi inspirasi bahwa tim non-unggulan mampu bersaing di panggung terbesar sepak bola. Dengan populasi sekitar 550 ribu jiwa, negara kepulauan Afrika ini membuktikan bahwa organisasi permainan yang rapi dan semangat juang bisa mengimbangi raksasa seperti Uruguay. Pelajaran ini relevan bagi pengembangan sepak bola Indonesia yang kerap menghadapi lawan-lawan kuat di level Asia.
Ke depan, Cabo Verde akan menghadapi laga penentuan melawan tuan rumah Amerika Serikat, sementara Uruguay harus berbenah menghadapi Meksiko. Mampukah Blue Sharks melanjutkan dongeng mereka? Ataukah Uruguay akan bangkit dan menunjukkan kelasnya? Jawabannya akan terjawab dalam beberapa hari ke depan.



