Skotlandia Gagal Taklukkan West Indies di T20 World Cup: Drama Headingley Berakhir Pilu
Baca dalam 60 detik
- Skotlandia kalah tujuh run dari West Indies dalam laga T20 World Cup yang berlangsung dramatis di Headingley, meski sempat unggul di pertengahan babak kedua.
- Aaliyah Alleyne menjadi pahlawan West Indies dengan tiga wicket krusial di dua over terakhir, menggagalkan upaya Skotlandia yang hanya butuh 22 run dari 12 bola.
- Kekalahan ini menahan laju Skotlandia setelah kemenangan bersejarah atas Irlandia, namun peluang lolos ke semifinal masih terbuka jika mampu mengalahkan Inggris.

Skotlandia nyaris mencatat kemenangan bersejarah atas West Indies di T20 World Cup, namun harus mengakui keunggulan lawan setelah pertandingan sengit di Headingley berakhir dengan skor 146-153, Minggu (14/10). Tim asuhan Peter Rossborough itu hanya membutuhkan 22 run dari dua over terakhir, tetapi kegagalan di momen krusial membuat mereka harus puas dengan kekalahan tujuh run.
Pertandingan yang berlangsung di Leeds ini menyajikan drama yang jarang terlihat di turnamen wanita. West Indies, yang sebelumnya tampil inkonsisten, nyaris kehilangan kendali saat Skotlandia bangkit dari keterpurukan 58-4. Darcey Carter (59 dari 62 bola) dan Ailsa Lister (33 dari 25 bola) membangun kemitraan yang membawa Skotlandia mendekati target 154. Namun, pelempar West Indies Aaliyah Alleyne tampil gemilang dengan memecahkan kemitraan tersebut dan mengambil tiga wicket di dua over terakhir, termasuk Carter yang tertangkap dan bowled.
Ketegangan mencapai puncak ketika Deandra Dottin menangis setelah kebobolan 13 run di over ke-18, namun Alleyne mampu menenangkan situasi. Di sisi lain, Skotlandia yang sebelumnya mengalahkan Irlandia untuk kemenangan pertama mereka di Piala Dunia, menunjukkan peningkatan signifikan. Tim yang baru memperkenalkan kontrak sentral untuk pemain wanita pada 2023 ini bermain tanpa rasa inferior, bahkan sempat membuat West Indies kalang kabut.
Bagi West Indies, kemenangan ini menjadi pelepas dahaga setelah performa buruk di babak pertama. Pelatih mereka, Courtney Walsh, mengakui bahwa timnya bermain di bawah standar, terutama dalam hal fielding. "Kami beruntung masih bisa menang. Skotlandia bermain sangat baik dan membuat kami bekerja keras," ujarnya dalam konferensi pers usai pertandingan. Sementara itu, kapten West Indies Hayley Matthews menekankan pentingnya pengalaman Taylor di momen genting. "Stafanie adalah pemain kelas dunia. Dia tahu kapan harus mengambil risiko," katanya.
Kekalahan ini tidak sepenuhnya mengubur harapan Skotlandia untuk lolos ke semifinal. Mereka masih memiliki satu pertandingan melawan Inggris pada Sabtu mendatang. Jika mampu menang, peluang mereka tetap terbuka, tergantung hasil pertandingan lain. Bagi Indonesia, pertandingan ini menjadi contoh bagaimana tim non-unggulan mampu bersaing di level tertinggi, mengingat perkembangan kriket wanita di Tanah Air juga tengah digalakkan melalui program pembinaan usia muda.
West Indies selanjutnya akan menghadapi Sri Lanka di Bristol pada Minggu. Mereka perlu memperbaiki konsistensi jika ingin melaju jauh. Pertanyaan besarnya: mampukah Skotlandia bangkit dan mengulang kejutan seperti saat melawan Irlandia? Ataukah kekalahan ini akan menjadi pukulan psikologis yang sulit dipulihkan?



