Viral Pembatasan Pertalite Rp50.000 untuk Motor, Pertamina Buka Suara
Baca dalam 60 detik
- Unggahan Facebook yang mengklaim Pertamina membatasi pembelian Pertalite maksimal Rp50.000 per transaksi untuk sepeda motor telah dibantah resmi.
- Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga menegaskan belum ada kebijakan pembatasan volume atau nominal pembelian BBM subsidi, baik roda dua maupun empat.
- Masyarakat diimbau tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada sumber resmi Pertamina atau pemerintah.

Klaim yang menyebut PT Pertamina Patra Niaga resmi membatasi pembelian Pertalite untuk sepeda motor maksimal Rp50.000 per transaksi adalah hoaks. Informasi yang viral di Facebook itu langsung dibantah oleh manajemen Pertamina, yang menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada aturan baru yang membatasi volume pembelian BBM subsidi jenis tersebut.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, dalam pernyataan yang dikutip dari Kompas.com, Kamis (18/6/2026), memastikan bahwa masyarakat masih dapat membeli Pertalite seperti biasa tanpa adanya batasan nominal atau volume. Ia juga menekankan bahwa pemerintah belum mengeluarkan kebijakan yang mengatur pembatasan Pertalite berdasarkan jenis kendaraan atau merek tertentu.
Viralnya informasi ini memicu kekhawatiran di kalangan pengguna sepeda motor, yang merupakan konsumen utama Pertalite. Banyak warganet yang merasa resah karena khawatir harus mengantre lebih lama atau beralih ke BBM non-subsidi yang lebih mahal. Namun, klarifikasi Pertamina diharapkan dapat meredakan keresahan tersebut.
Fenomena penyebaran hoaks terkait BBM subsidi bukanlah hal baru. Sebelumnya, beredar pula kabar tentang pembatasan pembelian Pertalite untuk mobil tertentu atau larangan pengisian di jam-jam sibuk. Pola penyebarannya seringkali memanfaatkan momen ketidakpastian kebijakan energi, seperti saat diskusi pemerintah mengenai revisi aturan subsidi BBM.
Bagi konsumen di Indonesia, kejelasan informasi sangat penting mengingat Pertalite menjadi pilihan utama karena harganya yang terjangkau. Jika kebijakan pembatasan benar-benar diterapkan, dampaknya akan langsung terasa pada mobilitas dan biaya transportasi harian. Namun, hingga saat ini, belum ada sinyal resmi dari pemerintah atau Pertamina mengenai perubahan skema penyaluran Pertalite.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi yang beredar, terutama yang berkaitan dengan kebijakan energi. Roberth menambahkan bahwa perusahaan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan lancar dan tepat sasaran. Sementara itu, bagi pengguna sepeda motor, tidak perlu khawatir berlebihanโsetidaknya untuk saat ini, Pertalite masih bisa dibeli tanpa batasan.
Ke depan, apakah pemerintah akan benar-benar menerapkan pembatasan pembelian Pertalite? Wacana ini terus bergulir, terutama dengan target penghematan subsidi yang mencapai puluhan triliun rupiah. Namun, tanpa aturan resmi yang jelas, informasi seperti yang viral baru-baru ini hanya akan menjadi sumber kebingungan. Masyarakat pun diharapkan lebih kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum terkonfirmasi.



