Chesney Hawkes Ungkap Kerenggangan dengan Rekan Celebrity Big Brother, Mickey Rourke Putus Kontak
Baca dalam 60 detik
- Penyanyi Chesney Hawkes mengaku masih dekat dengan Danny Beard dan Donna Preston, tetapi jarang berkomunikasi dengan Chris Hughes dan JoJo Siwa meski tinggal di kota bersebelahan.
- Hubungan dengan Mickey Rourke terputus total setelah bintang Hollywood itu dikeluarkan dari rumah Celebrity Big Brother karena perilaku tak pantas.
- Kisah ini menyoroti dinamika pasca-reality show yang jarang terekspos, di mana kedekatan di dalam rumah tidak selalu berlanjut di dunia nyata.

Penyanyi Chesney Hawkes, 54, mengungkapkan bahwa ia jarang bertemu dengan salah satu rekan kontestan Celebrity Big Brother, Chris Hughes, meskipun keduanya tinggal di kota yang berdekatan. Pengakuan ini disampaikan dalam acara An Audience With... Chesney Hawkes yang dipandu Hayley Palmer di The Hippodrome Casino, London, Senin malam (14/09/26).
Hawkes, yang dikenal lewat lagu The One and Only, masih aktif berkomunikasi dengan beberapa mantan penghuni rumah, seperti Trisha Goddard dan Angellica Bell. Ia juga mengaku sangat dekat dengan Danny Beard dan Donna Preston. Namun, hubungan dengan Chris Hughes dan JoJo Siwa tidak seintens yang lain. “Saya masih menghubungi mereka, tetapi tidak sesering dengan Danny dan Donna. Lucunya, Chris tinggal di kota sebelah, jadi seharusnya saya bisa lebih sering bertemu,” ujarnya.
Yang paling mencolok, Hawkes sudah tidak lagi menjalin kontak dengan bintang Hollywood Mickey Rourke, 74. Rourke dikeluarkan dari acara oleh pihak produksi karena “perilaku tidak dapat diterima”. “Saya tidak menghubungi Mickey Rourke, sayangnya. Ada beberapa alasan!” kata Hawkes tanpa merinci.
Dalam wawancara terpisah dengan The Sun pada Mei 2025, Hawkes sempat menceritakan pengalaman uniknya satu kamar dengan Rourke. Ia menyebut aktor The Wrestler itu sebagai “jiwa yang hilang” yang sangat terbuka. “Mickey mengira hanya akan tinggal sehari. Saat memasuki hari kelima, ia berkata akan pergi, dan benar saja. Kami tidak tahu ia sudah pergi sampai Big Brother memanggil kami ke sofa. Ia bahkan tidak membuka koper. Pakaian dan sepatunya berserakan di lantai. Saat berpakaian, ia melempar barang-barangnya ke tempat tidur saya dan pergi begitu saja. Saya harus menyibaknya ke lantai, tapi ia tidak peduli. Ia mendengkur seperti kuda. Ia tidur di ujung tempat tidur saya, dan tempat tidur itu bergetar karena dengkurannya yang keras. Dia benar-benar jiwa yang hilang. Kami sempat berbicara sangat mendalam, dia sangat terbuka,” kenang Hawkes.
Dinamika pasca-reality show seperti ini jarang terekspos. Celebrity Big Brother, yang tayang di ITV, memang dikenal mampu menciptakan kedekatan intens di antara para penghuninya. Namun, setelah kamera mati, tidak semua hubungan bertahan. Hawkes mengaku tidak pernah membuat grup WhatsApp bersama para mantan penghuni. “Kami tidak pernah membuat grup chat, tapi Danny Beard adalah teman sejati saya, dan Donna Preston, saya sayang Donna,” tuturnya.
Fenomena ini juga terjadi di Indonesia. Ajang reality show seperti Indonesian Idol, MasterChef Indonesia, atau Big Brother Indonesia kerap meninggalkan kenangan manis dan pahit bagi para pesertanya. Banyak yang tetap menjalin hubungan baik, tetapi tak sedikit yang perlahan menjauh karena kesibukan masing-masing. Bagi industri hiburan Tanah Air, cerita seperti ini menjadi cermin bahwa ikatan emosional yang terbentuk di bawah tekanan kompetisi tidak selalu bertahan lama. Hal ini juga menjadi pelajaran bagi para kontestan untuk tidak menggantungkan karier pada popularitas semata, melainkan membangun jaringan yang tulus dan berkelanjutan.
Ke depan, publik masih menantikan apakah Hawkes akan kembali ke panggung hiburan dengan proyek baru, atau justru semakin jarang terlihat. Yang jelas, pengakuannya ini menambah warna pada narasi pasca-Celebrity Big Brother yang jarang dibahas. Akankah para penggemar melihat reuni para penghuni rumah? Atau justru sebaliknya, hubungan mereka semakin merenggang seiring waktu?



