Kim Kardashian Idap Esofagitis, Bayang-bayang Kanker Sang Ayah Kembali Menghantui
Baca dalam 60 detik
- Kim Kardashian mengungkap diagnosis esofagitis, peradangan kerongkongan, dalam trailer musim kedelapan The Kardashians.
- Kondisi ini memicu kekhawatiran karena ayahnya, Robert Kardashian, meninggal akibat kanker esofagus pada 2003.
- Meski berbeda, esofagitis kronis dapat meningkatkan risiko komplikasi serius seperti Barrett's esophagus.

Kim Kardashian mengungkapkan bahwa ia tengah berjuang melawan esofagitis, sebuah peradangan pada kerongkongan, dalam cuplikan musim kedelapan reality show The Kardashians. Pengakuan ini mencuatkan kembali trauma lama: sang ayah, Robert Kardashian, meninggal dunia akibat kanker esofagus pada 2003 di usia 59 tahun.
Dalam trailer yang dirilis belum lama ini, Kardashian terlihat menangis dan terbaring di ranjang rumah sakit dengan pakaian pasien. Seorang kerabat terdengar bertanya, "Bukankah ayahmu... bukankah itu yang membunuhnya?" Pertanyaan itu langsung menyentuh titik paling sensitif dalam keluarga Kardashian-Jenner. Kris Jenner, ibunda Kim, tak kuasa menahan air mata dan mengaku tidak sanggup membayangkan hal terburuk.
Esofagitis memang bukan kanker. Peradangan ini umumnya dipicu oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan, kondisi yang dikenal sebagai refluks gastroesofageal. Menurut Divisi Gastroenterologi Universitas Washington, sekitar satu dari sepuluh penderita refluks kronis berisiko mengembangkan Barrett's esophagus, sebuah perubahan pada lapisan kerongkongan yang meningkatkan kerentanan terhadap kanker. Namun, tidak semua esofagitis berujung pada komplikasi tersebut.
Bagi Kim, riwayat kesehatan keluarganya menjadi alarm yang tak bisa diabaikan. Sebelumnya, pada musim ketujuh, ia juga sempat mengungkapkan bahwa dirinya pernah didiagnosis aneurisma otak kecil setelah menjalani MRI. Saat itu, ia mengatakan kepada keluarganya bahwa dokter menduga kondisi tersebut dipicu oleh stres. Aneurisma adalah pelebaran pembuluh darah di otak yang umumnya tidak berbahaya jika berukuran kecil dan tanpa gejala.
Stres memang menjadi benang merah dalam perjalanan kesehatan Kim beberapa tahun terakhir. Ia pernah mengaku bahwa psoriasisnya kambuh saat proses perceraian dengan Kanye West berlangsung. "Saya tidak pernah mengalami psoriasis sejak bercerai, tapi sekarang muncul lagi. Saya merasa lebih stres, mungkin karena harus sangat melindungi apa yang saya lindungi," ujarnya dalam episode sebelumnya. Kim dan Kanye resmi bercerai pada 2021 dan dikaruniai empat anak: North, Saint, Chicago, dan Psalm.
Kisah kesehatan Kim Kardashian bukan sekadar drama selebritas. Di Indonesia, kesadaran akan penyakit refluks asam lambung dan komplikasinya masih rendah. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa gangguan pencernaan, termasuk GERD, menjadi salah satu keluhan umum di layanan primer. Namun, akses ke endoskopi dan pemeriksaan lanjutan masih terbatas di daerah. Publik figur seperti Kim dapat membantu mendorong diskusi terbuka tentang pentingnya deteksi dini, terutama bagi mereka dengan riwayat keluarga kanker esofagus.
"Saya pikir ini adalah pengingat bahwa kesehatan mental dan fisik saling terkait. Stres kronis dapat memperburuk kondisi yang sudah ada," ujar seorang dokter spesialis penyakit dalam di Jakarta, yang tidak ingin disebutkan namanya.
Musim kedelapan The Kardashians akan tayang perdana di Hulu pada 8 Oktober mendatang. Apakah pengakuan Kim akan memicu gelombang kesadaran baru tentang kesehatan esofagus, atau justru tenggelam dalam hiruk-pikuk industri hiburan? Yang jelas, bagi keluarga Kardashian, bayang-bayang kanker esofagus tetap menjadi luka yang belum sepenuhnya sembuh.



