Olivia Wilde: Dinobatkan Wanita Terseksi Dunia Justru Terasa Menjijikkan
Baca dalam 60 detik
- Olivia Wilde mengaku konflik batin saat dinobatkan sebagai wanita tercantik versi Maxim pada 2009, meski pengakuan itu membuka banyak peluang akting.
- Aktris 42 tahun itu menyebut standar kecantikan yang subjektif dan fana membuatnya merasa tidak nyaman dengan objektifikasi diri.
- Di sisi lain, Wilde menemukan kebebasan sebagai sutradara, di mana nilai dirinya diukur dari ide, bukan penampilan fisik.

Olivia Wilde, aktris Hollywood yang kini berusia 42 tahun, mengungkapkan perasaan ambivalennya saat dinobatkan sebagai wanita tercantik di dunia oleh majalah Maxim pada 2009. Dalam wawancara terbaru di podcast Call Her Daddy, Wilde menyebut pencapaian itu sebagai "hal paling kacau di dunia" yang justru memicu konflik batin antara rasa bangga dan ketidaknyamanan.
Wilde menceritakan bahwa saat itu publikisnya menelepon dan menanyakan apakah ia bersedia menerima gelar nomor satu dalam daftar Hot 100. "Saya sadar ini adalah hal paling kacau, tetapi bagian dari diri saya yang dulu tidak pernah merasa cocok dengan standar kecantikan di sekolah menengahโyang merasa canggung dan salahโberkata, 'Benarkah? Kamu menginginkanku?'" ujarnya. Ia mengaku gelar tersebut memicu perasaan diterima yang sebelumnya jarang ia rasakan.
Meski demikian, Wilde mengkritik konsep bahwa nilai seorang perempuan sepenuhnya bergantung pada definisi kecantikan yang subjektif dan berubah-ubah. "Saya merasa tidak nyaman dengan gagasan bahwa harga diri saya ditentukan oleh standar yang fana," tegasnya. Namun, ia juga mengakui bahwa pengakuan itu membuka pintu kariernya. "Saya mendapat banyak peran setelah itu. Ini mengarah pada casting. Anda harus bertanggung jawab atas partisipasi Anda dalam objektifikasi diri," tambahnya.
Dalam kesempatan terpisah, Wilde juga membahas perannya sebagai sutradara yang ia anggap lebih membebaskan. Debut penyutradaraannya lewat film komedi remaja Booksmart pada 2019 memberinya pengalaman baru. "Sebagai aktor, Anda sangat bergantung pada orang lain yang memilih Anda dan memproyeksikan definisi tertentu. Menjadi sutradara memberi saya kendali. Saat pertama kali saya berteriak 'action' di set film sendiri, saya merasakan sensasi kemerdekaan untuk pertama kalinya," ungkapnya kepada The Talks.
Di Indonesia, pernyataan Wilde relevan dengan diskusi tentang standar kecantikan yang kerap membebani perempuan. Banyak selebritas dan publik figur Tanah Air yang juga mengalami tekanan serupa, di mana penampilan fisik sering dijadikan tolok ukur kesuksesan. Namun, Wilde menunjukkan bahwa ada jalan keluar melalui karya dan kreativitas, seperti yang ia lakukan dengan beralih ke penyutradaraan.
Ke depan, Wilde tampaknya akan terus mengeksplorasi peran di balik layar. Pertanyaannya, mampukah industri hiburan Indonesia memberikan ruang yang sama bagi para perempuan untuk dinilai berdasarkan ide dan bakat, bukan sekadar penampilan?



