Belgia Tertahan Mesir: Gol Bunuh Diri Selamatkan Setan Merah dari Kekalahan
Baca dalam 60 detik
- Belgia hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga perdana Grup G Piala Dunia 2026 setelah tertinggal lebih dulu.
- Gol bunuh diri Mohamed Hany pada babak kedua menjadi penyelamat Belgia, yang mendominasi penguasaan bola namun gagal mencetak gol dari permainan terbuka.
- Hasil ini membuat Belgia kehilangan dua poin berharga dan harus waspada menghadapi lawan-lawan berikutnya, sementara Mesir menunjukkan pertahanan solid yang patut diperhitungkan.
Timnas Belgia nyaris menelan kekalahan memalukan di laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026 setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Mesir di Seattle Stadium, Selasa (16/6/2026). Gol bunuh diri bek Mesir, Mohamed Hany, pada babak kedua menjadi penyelamat Setan Merah yang tampil dominan namun tumpul di depan gawang.
Sejak menit awal, Belgia mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Mesir. Namun, ketajaman lini depan mereka mandek. Justru Mesir yang lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Pada menit ke-34, serangan balik cepat Mesir berhasil membobol gawang Belgia melalui sebuah skema yang rapi, membuat skor berubah 1-0 untuk keunggulan tim asuhan manajer Mesir.
Belgia terus berupaya menyamakan kedudukan, namun penyelesaian akhir yang buruk menjadi momok. Hingga babak pertama usai, skor 1-0 tetap bertahan. Memasuki babak kedua, tekanan Belgia semakin intens. Akhirnya, pada menit ke-67, sebuah sepak pojok yang dilepaskan oleh pemain Belgia menimbulkan kemelut di kotak penalti Mesir. Dalam usahanya menghalau bola, Mohamed Hany justru mengarahkan bola ke gawangnya sendiri. Skor pun berubah 1-1 dan bertahan hingga akhir pertandingan.
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Belgia yang diunggulkan sebagai salah satu tim kuat di Grup G. Dengan hanya meraih satu poin dari laga pertama, mereka harus bekerja ekstra keras di dua pertandingan sisa untuk memastikan lolos ke babak 16 besar. Di sisi lain, Mesir patut berbangga. Mereka hampir saja mengulangi kejutan seperti yang dilakukan Arab Saudi di Piala Dunia 2022. Kedisiplinan taktik dan pertahanan yang rapi menjadi kunci keberhasilan mereka menahan laju Belgia.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pertandingan ini memberikan pelajaran berharga. Mesir, yang sering dianggap sebagai tim medioker di Asia-Afrika, mampu tampil solid menghadapi raksasa Eropa. Ini menjadi bukti bahwa sepak bola tidak selalu dimenangkan oleh tim yang mendominasi penguasaan bola. Efektivitas dan disiplin taktik bisa menjadi pembeda. Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, bisa memetik pelajaran dari strategi Mesir untuk menghadapi tim-tim kuat di kualifikasi Piala Dunia mendatang.
Ke depan, Belgia harus segera membenahi lini depannya yang tumpul. Kevin De Bruyne dan kawan-kawan tidak boleh lagi menyia-nyiakan peluang. Sementara itu, Mesir akan semakin percaya diri menghadapi laga-laga berikutnya. Akankah Belgia bangkit dan lolos dari grup ini, atau justru Mesir yang akan mencuri satu tiket ke babak selanjutnya? Pertanyaan ini hanya akan terjawab setelah laga-laga berikutnya bergulir.



