PLN EPI Tanam 1.680 Bibit Mangrove di Karawang, Wujudkan Keadilan Iklim
Baca dalam 60 detik
- PLN EPI bersama anak perusahaan dan CarbonEthics menanam 1.680 bibit mangrove di Pantai Tanjung Pakis, Karawang, dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
- Program ini tidak hanya bertujuan memulihkan ekosistem pesisir, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat terhadap abrasi dan perubahan iklim.
- Melalui pendekatan berkelanjutan, PLN EPI berkomitmen memonitor pertumbuhan mangrove untuk memastikan dampak lingkungan jangka panjang.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260774/original/015376700_1781660039-penam.jpeg)
Sebanyak 1.680 bibit mangrove ditanam di Pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Aksi ini digagas oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama anak perusahaannya, menggandeng CarbonEthics sebagai mitra lingkungan. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam mitigasi perubahan iklim sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat pesisir.
Kegiatan yang mengusung tema 'Saatnya Bekerja untuk Keadilan Iklim' ini tidak sekadar seremoni. Menurut Vice President K3KL PLN EPI, Muhammad Aminuddin, keadilan iklim harus dirasakan langsung oleh kelompok paling rentan. "Penanaman mangrove di Tanjung Pakis merupakan langkah konkret untuk memperkuat ketahanan wilayah pesisir, memulihkan ekosistem, dan berkontribusi terhadap penyerapan karbon," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (17/6/2026).
Pemilihan Pantai Tanjung Pakis bukan tanpa alasan. Kawasan ini berfungsi sebagai penyangga pesisir yang menghadapi ancaman abrasi dan degradasi ekosistem mangrove. Aminuddin menjelaskan, mangrove berperan sebagai benteng alami yang melindungi garis pantai dari gelombang, abrasi, dan kenaikan muka air laut. Selain itu, ekosistem blue carbon ini mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar, menjaga kualitas perairan, serta menjadi habitat biota laut yang menopang penghidupan nelayan setempat.
Yang membedakan program ini dari aksi tanam mangrove pada umumnya adalah pendekatan keberlanjutan yang terukur. PLN EPI tidak berhenti pada penanaman, melainkan bersama CarbonEthics akan melakukan pemeliharaan, monitoring, dan evaluasi secara berkala. "Kami ingin memastikan tingkat keberhasilan hidup tanaman dan mengukur manfaat lingkungan yang dihasilkan," tegas Aminuddin. Pendekatan ini diharapkan menciptakan dampak jangka panjang bagi ekosistem pesisir dan masyarakat sekitar.
Bagi Indonesia, program rehabilitasi mangrove memiliki arti strategis. Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim seperti abrasi dan intrusi air laut. Inisiatif PLN EPI sejalan dengan target pemerintah untuk merehabilitasi 600.000 hektare mangrove pada 2024, serta mendukung pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) dalam mengurangi emisi karbon. Lebih dari itu, keterlibatan perusahaan BUMN dalam aksi lingkungan menjadi contoh konkret bagaimana sektor energi dapat berkontribusi pada solusi berbasis alam (Nature-Based Solutions).
Aminuddin menambahkan, program ini merupakan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) PLN EPI. Sebagai subholding PT PLN (Persero) yang mengelola energi primer nasional, perusahaan terus mendorong inisiatif dekarbonisasi. "Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengambil peran aktif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim," ujarnya. Kolaborasi antara dunia usaha, masyarakat, dan mitra lingkungan dinilai mampu menghasilkan dampak nyata bagi pelestarian ekosistem pesisir.
Ke depan, keberhasilan program ini akan diukur dari tingkat kelangsungan hidup mangrove dan serapan karbon yang dihasilkan. Pertanyaan yang masih mengemuka adalah sejauh mana model kolaborasi seperti ini dapat direplikasi di daerah pesisir lain yang membutuhkan, mengingat luasnya tantangan rehabilitasi mangrove di Indonesia. Jika berhasil, langkah PLN EPI bisa menjadi cetak biru bagi keterlibatan korporasi dalam aksi iklim yang inklusif dan berkelanjutan.



