BMKG Prediksi Awan Mendominasi Jawa, Waspada Hujan Lebat di Luar Pulau
Baca dalam 60 detik
- BMKG memperkirakan langit Jakarta hingga Surabaya akan tertutup awan pada Rabu, sementara daerah lain berpotensi hujan lebat.
- Sirkulasi siklonik dan konvergensi di sejumlah perairan Indonesia meningkatkan risiko cuaca ekstrem di luar Jawa.
- Masyarakat diimbau memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG untuk antisipasi bencana hidrometeorologi.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3938373/original/066479600_1645165606-20220218-Waspada_Cuaca_Ekstrem_di_Jakarta-4.jpg)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan hampir seluruh kota besar di Pulau Jawa, termasuk Jakarta, Bandung, dan Surabaya, akan diselimuti awan pada Rabu (17/6/2026). Namun, di balik langit yang tampak tenang itu, sejumlah pola atmosfer aktif mengancam wilayah lain dengan hujan deras.
Menurut prakirawan BMKG, Puji, pembentukan sirkulasi siklonik dan daerah konvergensi di beberapa titik perairan Indonesia berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan. "Daerah pertemuan angin diprakirakan terjadi di Laut Andaman, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sawu, Laut Timor, dan sejumlah perairan lainnya," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu.
Kombinasi dinamika atmosfer ini, lanjut Puji, dapat meningkatkan intensitas hujan di luar Jawa. Wilayah Sumatra, misalnya, diprediksi mengalami hujan ringan hingga sedang di Aceh, Medan, Pekanbaru, dan Padang. Palembang bahkan berpotensi diguyur hujan lebat disertai petir, sementara Pangkal Pinang hanya berawan.
Di Kalimantan, hampir seluruh ibu kota provinsi—Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, Palangka Raya, dan Banjarmasin—berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang. Sementara itu, Sulawesi bagian selatan seperti Makassar dan Kendari diprakirakan berawan, namun Mamuju, Palu, Gorontalo, Manado, dan Ternate harus bersiap menghadapi hujan.
Untuk kawasan timur Indonesia, Ambon, Sorong, Nabire, dan Jayapura diperkirakan mengalami hujan ringan hingga sedang. Manokwari diprediksi berawan tebal, sedangkan Jayawijaya diselimuti asap kabut—fenomena yang kerap mengganggu visibilitas penerbangan. Denpasar, Mataram, dan Kupang justru berpeluang menikmati cuaca cerah berawan.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di daerah dengan topografi rawan. "Masyarakat dapat mengakses situs resmi BMKG atau media sosial Info BMKG untuk memperbarui kondisi cuaca secara real time," imbau Puji.
Dengan pola cuaca yang dinamis, pertanyaan kritis muncul: seberapa siapkah infrastruktur dan sistem peringatan dini Indonesia menghadapi potensi hujan ekstrem yang semakin tidak menentu akibat perubahan iklim? Jawabannya mungkin akan teruji dalam beberapa hari ke depan.



