Tottenham Krisis Gol, Vicario Diminta Tak Kembali Usai Dipinjam ke Juventus
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur mencatatkan rekor tanpa kemenangan di awal musim 2026/27, dengan nol gol dari empat laga Premier League dan tersingkir dari Carabao Cup.
- Guglielmo Vicario, yang dipinjamkan ke Juventus, dianggap tidak layak kembali ke skuad utama setelah performa buruk musim lalu, dengan persentase penyelamatan hanya 67% di Serie A.
- Manajemen Spurs menghadapi tekanan untuk merombak skuad, termasuk mencari kiper baru, sementara Richarlison juga dipastikan hengkang pada Januari.

Tottenham Hotspur kembali menelan hasil mengecewakan setelah bermain imbang tanpa gol melawan Liverpool di Anfield, Selasa malam, yang membuat mereka tersingkir dari Carabao Cup. Kekeringan gol di Premier League—nol gol dari empat pertandingan—menjadi sorotan utama, dan manajer Roberto De Zerbi menghadapi tekanan besar untuk segera membalikkan keadaan.
Krisis ini bukan sekadar soal hasil, melainkan juga tentang keputusan personel. Richarlison, yang musim lalu menjadi top skor klub dengan 11 gol, telah dicoret dari skuad Premier League dan dipastikan tidak akan bermain lagi untuk Spurs. Hubungannya dengan manajemen memburuk, dan ia diperkirakan hengkang pada Januari. Namun, masalah lebih besar mengintai di lini belakang: kiper Guglielmo Vicario, yang dipinjamkan ke Juventus, diminta untuk tidak kembali ke London utara.
Vicario didatangkan dari Empoli pada 2023 dengan harga £17 juta dan sempat menjadi andalan di awal era Ange Postecoglou. Namun, performanya menurun drastis musim lalu ketika Tottenham nyaris terdegradasi. Kesalahan demi kesalahan membuatnya kehilangan tempat sebagai kiper utama, digantikan oleh Antonin Kinsky. Kini, dengan masa pinjaman di Juventus, Vicario mencatatkan persentase penyelamatan 67% di Serie A—lebih baik dari performanya di Premier League, tetapi tetap tidak cukup untuk tim yang ingin bersaing di Eropa.
Keputusan untuk tidak mengandalkan Vicario lagi bukan tanpa alasan. Mantan bek Liverpool Jamie Carragher pernah mengkritiknya karena kurangnya kepemimpinan di bawah mistar, menyebutnya "memalukan" saat Spurs dalam tekanan. Kinsky, meski belum sempurna, telah menunjukkan mentalitas juara ketika menyelamatkan klub dari degradasi musim lalu. Jika Juventus tidak mempermanenkan Vicario, Tottenham lebih baik mencari kiper baru daripada membawanya kembali.
"Dia sekarang punya dua opsi!" ujar Jay Bothroyd di Sky Sports News, mengomentari masa depan Richarlison setelah dicoret dari skuad.
Bagi penggemar Tottenham di Indonesia, situasi ini mencerminkan pentingnya manajemen skuad yang tepat di tengah persaingan ketat. Klub-klub Liga Inggris semakin agresif dalam belanja pemain, dan kesalahan dalam mempertahankan pemain yang tidak perform bisa berujung pada kegagalan besar. Tottenham harus belajar dari kesalahan masa lalu dan tidak terjebak dalam sentimentalitas.
Ke depan, De Zerbi dituntut untuk segera menemukan formula serangan yang hilang. Laga melawan Aston Villa akhir pekan ini menjadi kesempatan terakhir sebelum jeda internasional. Jika tidak ada perbaikan, tekanan pada manajemen dan pemain akan semakin besar. Akankah Spurs mampu bangkit, atau justru terpuruk lebih dalam?



