Cole Campbell Dipanggil Timnas AS, Pochettino Panggil 12 Pemain Debutan
Baca dalam 60 detik
- Cole Campbell, penyerang 20 tahun kelahiran Houston, menerima panggilan pertamanya ke timnas senior Amerika Serikat setelah tampil impresif bersama Elversberg di Bundesliga.
- Pelatih Mauricio Pochettino memasukkan 12 pemain tanpa caps dalam skuad 28 orang untuk laga uji coba melawan Peru, Chile, Meksiko, dan Kanada.
- Pemanggilan ini menandai regenerasi skuad AS menjelang Piala Dunia 2026, dengan Campbell dan Mathis Albert sebagai wajah baru yang patut dicermati.

Penyerang muda Cole Campbell akhirnya menerima panggilan pertamanya ke tim nasional senior Amerika Serikat. Pemain berusia 20 tahun itu masuk dalam daftar 28 nama yang disiapkan pelatih Mauricio Pochettino untuk empat laga uji coba melawan Peru, Chile, Meksiko, dan Kanada. Keputusan ini diambil setelah Campbell menunjukkan performa menjanjikan bersama Elversberg, klub promosi yang kini berlaga di Bundesliga.
Campbell, yang lahir di Houston, memulai karier internasionalnya bersama tim U17 Islandia sebelum memutuskan membela AS. Sejak itu, ia telah memperkuat tim U19, U20, dan U23 Negeri Paman Sam. Musim panas lalu, ia hengkang dari Borussia Dortmund ke Elversberg dan langsung mencatatkan satu gol dalam empat penampilan kompetitif. Kontribusinya di lini depan menjadi salah satu alasan utama Elversberg mampu bersaing di kasta tertinggi sepak bola Jerman.
Dalam skuad yang dipanggil Pochettino, Campbell bukan satu-satunya nama anyar. Ada 12 pemain tanpa caps yang mendapat kesempatan, termasuk gelandang Dortmund Mathis Albert (17 tahun) dan penggawa Bayer Leverkusen Malik Tillman. Kehadiran mereka menandakan arah baru timnas AS yang tengah membangun kedalaman skuad menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di kandang sendiri.
Bagi Pochettino, pemanggilan pemain muda seperti Campbell adalah langkah strategis. Pelatih asal Argentina itu dikenal gemar memberi kesempatan kepada talenta muda, dan ia tampaknya ingin menguji kedalaman skuad sebelum turnamen besar. "Bermain untuk tim senior AS akan menjadi mimpi yang jadi kenyataan," ujar Campbell dalam sebuah wawancara, seperti dikutip dari sumber berita. Pernyataan itu menggambarkan betapa besar ambisi pemain yang sempat memperkuat Islandia di level junior.
"Bermain untuk tim senior AS akan menjadi mimpi yang jadi kenyataan." — Cole Campbell
Keputusan Campbell memilih AS setelah sempat membela Islandia di level U17 juga menjadi sorotan. Fenomena perpindahan asosiasi seperti ini kian umum di sepak bola modern, di mana pemain muda dengan latar belakang multikultural memilih negara yang memberi prospek karier internasional lebih jelas. AS, dengan populasi imigran besar dan liga yang terus berkembang, menjadi tujuan menarik bagi talenta diaspora.
Bagi sepak bola Indonesia, perkembangan ini bisa menjadi cermin. Timnas Indonesia juga tengah gencar melakukan naturalisasi dan pendekatan kepada pemain keturunan. Keberhasilan AS merangkul pemain seperti Campbell menunjukkan pentingnya sistem pemantauan bakat lintas negara dan keberanian memberi debut kepada pemain muda. PSSI dan pelatih timnas Indonesia bisa mengambil pelajaran tentang bagaimana membangun jalur dari tim junior ke senior secara konsisten.
Ke depan, laga uji coba AS akan menjadi panggung bagi Campbell dan para debutan lainnya untuk membuktikan diri. Jika mampu tampil impresif, bukan tidak mungkin mereka menjadi bagian inti skuad Piala Dunia 2026. Sementara itu, publik sepak bola Indonesia menanti apakah langkah serupa juga akan diambil untuk memperkuat timnas di kancah internasional.



