Jeremy Allen White Dukung Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Aktor The Bear, Jeremy Allen White, menyambut baik rencana Inggris melarang anak di bawah 16 tahun mengakses media sosial.
- White menyoroti sifat adiktif platform digital dan perlunya batasan, seraya mengakui kecemasannya sendiri yang ia manfaatkan dalam akting.
- Langkah Inggris ini memicu diskusi global tentang perlindungan anak di era digital, relevan bagi Indonesia yang juga menghadapi masalah serupa.

Jeremy Allen White, aktor pemeran chef Carmy Berzatto dalam serial The Bear, memberikan dukungan penuh terhadap rencana pemerintah Inggris untuk melarang anak di bawah 16 tahun mengakses media sosial. Dalam wawancara dengan Variety, ia menyebut langkah itu sebagai keputusan yang "hebat" dan mendesak adanya koreksi atas sifat adiktif platform digital yang dinilainya berbahaya bagi perkembangan anak.
White, yang memiliki dua putri berusia tujuh dan lima tahun dari pernikahannya dengan Addison Timlin, mengaku khawatir dengan kecepatan perubahan teknologi yang menurutnya "menakutkan." Ia menekankan bahwa media sosial tidak akan hilang, tetapi perlu ada batasan dan pedoman yang jelas. "Saya berharap ada semacam pergeseran kembali ke pendekatan yang lebih analog dalam hidup," ujarnya, seraya menambahkan bahwa anak-anaknya belum memiliki ponsel atau tablet sendiri, hanya sesekali bermain di perangkat orang tua.
Dukungan White muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global tentang dampak media sosial terhadap kesehatan mental anak. Inggris menjadi salah satu negara paling progresif dengan rencana undang-undang yang melarang akses bagi pengguna di bawah 16 tahun, sebuah kebijakan yang lebih ketat dibandingkan aturan di banyak negara lain. Di Indonesia, diskusi serupa mulai mengemuka, terutama setelah kasus perundungan daring dan paparan konten negatif yang melibatkan anak-anak. Data Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat ribuan laporan konten berbahaya setiap tahunnya, namun regulasi spesifik untuk batas usia minimum masih menjadi perdebatan.
Selain masalah sosial, White juga mengungkapkan bahwa kecemasannya terhadap teknologi justru membantunya dalam berakting. Ia mengaku memiliki cara sendiri untuk mengelola kecemasan, dan perasaan itu mudah diakses saat memerankan karakter Carmy yang penuh tekanan. Sementara itu, lawan mainnya di The Bear, Ayo Edebiri, mengaku memiliki "kebiasaan buruk" dengan ponsel pintar dan berharap bisa beralih ke ponsel flip. "Saya benar-benar ingin ponsel flip. Jika tidak ada kewajiban kontrak dan email yang harus dijawab, saya akan seperti Steve Martin, Bill Murrayโtelepon saya dan dapatkan pesan suara. Saya akan bicara besok," katanya, merindukan era ketika pekerjaan selesai setelah jam kantor.
Di sisi lain, White mengaku punya cara unik untuk relaksasi: menjelajahi daftar properti di aplikasi real estat, meski tidak berniat membeli. Dalam podcast Smartless, ia bercerita tentang obsesinya pada acara properti dan aplikasi makelar, yang membantunya "benar-benar melepas penat." Ia sering mengirim daftar ke teman-teman yang malah mendorongnya untuk membeli. Bahkan saat bepergian, ia tak bisa menahan diri untuk tidak membayangkan kehidupan alternatif di tempat-tempat seperti Bisbee, Arizona, kota kecil yang ia sebut "teraneh" yang pernah ia pertimbangkan untuk ditinggali.
Dukungan White terhadap larangan media sosial bagi anak mencerminkan kekhawatiran yang meluas di kalangan publik figur dan orang tua. Pertanyaannya, apakah Indonesia akan mengikuti jejak Inggris dengan regulasi serupa? Ataukah pendekatan yang lebih lunak, seperti literasi digital, akan diutamakan? Yang jelas, perdebatan tentang batasan usia di dunia maya masih akan terus bergulir, seiring dengan semakin cepatnya laju teknologi yang tak terbendung.



