Pemulangan Jemaah Haji Gelombang Kedua Dimulai: 444 Orang Terbang Perdana dari Madinah
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 444 jemaah haji Indonesia kloter KJT 21 menjadi rombongan pertama yang dipulangkan via Madinah pada 15 Juni 2026.
- Proses pemulangan sempat terkendala jadwal yang berimpitan dengan jemaah dari India dan Pakistan, namun secara keseluruhan berjalan lancar.
- Gelombang kedua berlangsung hingga 30 Juni 2026, dengan kedatangan terakhir di Indonesia dijadwalkan pada 1 Juli 2026.
Sebanyak 444 jemaah haji Indonesia dari kelompok terbang (kloter) KJT 21 memulai perjalanan pulang ke Tanah Air pada Senin malam, 15 Juni 2026, menandai dimulainya pemulangan gelombang kedua dari Madinah. Mereka diberangkatkan dari Sektor 1 Madinah menuju Bandara Internasional Prince Mohammad Bin Abdulaziz untuk terbang dengan penerbangan SV5185 pada Selasa dini hari.
Persiapan keberangkatan telah dimulai sejak pukul 17.00 waktu Arab Saudi. Petugas Daerah Kerja (Daker) Madinah membantu jemaah, terutama lanjut usia, dengan mengurus bagasi dua hari sebelumnya dan memastikan koper kabin dibawa ke bus yang berhenti tepat di depan hotel. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan beban fisik jemaah selama proses perpindahan.
Kepala Sektor 1 Madinah, Ramlan Sudarto, mengungkapkan bahwa persiapan telah dilakukan jauh hari untuk memperlancar proses. Meski demikian, ia mengakui adanya kendala teknis akibat jadwal keberangkatan yang berdekatan dengan rombongan jemaah dari India dan Pakistan. "Secara keseluruhan proses kepulangan dari penginapan berjalan lancar," ujarnya di Madinah, Senin (15/6/2026).
Perjalanan dari Sektor 1 Madinah ke bandara memakan waktu sekitar 30 menit. Setibanya di bandara, jemaah menjalani proses administrasi sebelum naik pesawat. Ramlan mengingatkan jemaah untuk disiplin mengikuti jadwal. "Kita yang harus menunggu pesawat, bukan pesawat yang menunggu kita," tegasnya.
Kepala Seksi Media Center Haji Daker Madinah, Ranita Erlanti Harahap, yang turut melepas keberangkatan, mendoakan agar jemaah selamat sampai tujuan dan menjadi haji mabrur. "Semoga bisa berkumpul kembali dengan keluarga," ucapnya.
Pemulangan gelombang kedua ini menjadi fase krusial dalam penyelenggaraan haji 2026. Dengan total jemaah yang dipulangkan secara bertahap, koordinasi antara petugas, maskapai, dan otoritas bandara menjadi kunci kelancaran. Ke depan, tantangan serupaโseperti penyesuaian jadwal dengan negara lainโdiperkirakan masih akan muncul, mengingat Madinah menjadi titik keberangkatan bagi jemaah dari berbagai negara.



